- Presiden Prabowo Subianto mengunjungi kantor Danantara pada Kamis, 4 Juni 2026 untuk memantau agenda strategis pemerintah.
- Kepala negara meninjau perkembangan teknologi, kerja sama robotik, serta penguatan pendidikan sains dan matematika bagi bangsa.
- Langkah ini bertujuan mempercepat penguasaan teknologi nasional guna mendukung program industrialisasi dan hilirisasi pemerintah ke depan.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto kembali menyambangi kantor Danantara, Kamis (4/6/2026). Di balik kunjungan tersebut, kepala negara disebut memantau langsung sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan penguasaan teknologi masa depan Indonesia.
Kunjungan Prabowo ke lembaga pengelola investasi negara itu dikonfirmasi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Menurutnya, kehadiran Presiden di Danantara bukan sesuatu yang luar biasa karena dilakukan secara rutin untuk mengawasi berbagai program prioritas pemerintah.
"Dengan Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund kita yang menjalankan program-program prioritas, termasuk hilirisasi dan industrialisasi, secara rutin beliau memang sering berkunjung ke Danantara gitu," kata Pras, Kamis (4/6/2026).
Namun, kunjungan kali ini memiliki fokus yang berbeda.
Prabowo disebut menerima paparan mengenai perkembangan teknologi, kerja sama robotik, hingga penguatan pendidikan sains dan teknologi yang dinilai penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia.
Menurut Pras, Presiden ingin memastikan percepatan penguasaan teknologi berjalan seiring dengan agenda pembangunan nasional.
"Ada laporan berkenaan dengan masalah teknologi, berkenaan dengan masalah kerja sama robotik, dan apa namanya bagaimana kerja sama pendidikan terutama STEM dalam rangka kita mempercepat penguasaan teknologi yang kita perlukan untuk kepentingan bangsa kita," tutur Pras.
STEM sendiri merupakan pendekatan pendidikan yang berfokus pada Science, Technology, Engineering, dan Mathematics atau sains, teknologi, teknik, dan matematika.
Baca Juga: Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
Pemerintah menilai penguatan sektor tersebut menjadi salah satu kunci untuk mendukung industrialisasi, hilirisasi, hingga pengembangan teknologi strategis nasional yang selama ini menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
BBRI Kembali Dilirik JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Tinggi Jadi Andalan
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget