SUARA PONOROGO - Kabupaten Ponorogo menghadapi tantangan serius di akhir bulan Agustus ini, dengan lonjakan tajam pada harga beras.
Di arena perniagaan Beras Pasar Legi, harga beras medium meningkat secara signifikan yakni sebesar 100 rupiah setiap harinya. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, pedagang telah mematok harga tinggi hingga 11.300 rupiah per kilogram, melampaui angka sebelumnya yang hanya mencapai 10.000 rupiah per kilogram.
Heri Setyo, salah satu pedagang beras di Pasar Legi Ponorogo, dengan lugas menjelaskan bahwa pemicu utama dari lonjakan harga ini adalah masuknya para pedagang dari luar kota yang memburu pasokan gabah kering.
Hal ini mengakibatkan kelangkaan pasokan dan mendorong harga gabah melambung hingga mencapai 7000 rupiah.
"Kami menghadapi dua masalah besar, yakni kelangkaan gabah serta datangnya banyak pedagang dari luar kota. Harga diikuti oleh mereka dari luar, dan sebagai pedagang lokal, kami terpaksa mengikuti tren ini. Inilah yang mengakibatkan kenaikan harga berkelanjutan," tutur Heri Setyo dengan tegas.
Namun, tidak hanya harga beras jadi korban kenaikan. Harga bahan baku utama, yakni gabah, juga ikut terdongkrak naik.
Di pusat grosir Jalan Pramuka Ponorogo, harga beras tipe medium kini membumbung tinggi, berkisar antara 12.000 hingga 13.000 rupiah per kilogram.
Mukti, pemilik Toko Grosir di Jalan Pramuka, memberikan pencerahan bahwa sulit untuk mendapatkan kepastian harga terbaru dari distributor. Namun, faktanya adalah saat ini harga beras telah menembus angka 12.400 rupiah per kilogram.
"Kami terus menghadapi fluktuasi harga yang tidak menentu. Bahkan kami tidak tahu kapan dan berapa kenaikan harga selanjutnya. Kenaikan ini bisa mencapai 1000 hingga 2000 rupiah per kilogram," ungkap Mukti dengan nada prihatin.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia 2023: Pemain Terbaik Indonesia Terhenti di Babak Awal
Dampak dari lonjakan harga beras ini sangatlah signifikan. Banyak konsumen yang terpaksa membatalkan niat untuk membeli beras.
Masyarakat pun berlomba-lomba mencari toko beras pengecer yang masih menawarkan harga terjangkau.
"Masyarakat banyak yang mengurungkan niatnya untuk membeli beras karena harga yang melambung tinggi," tambah Mukti.
Situasi ini menegaskan tantangan serius yang dihadapi oleh masyarakat Ponorogo dalam menghadapi kenaikan harga pangan, terutama beras.
Dengan harapan, pemerintah setempat dapat mencari solusi agar stabilitas harga dapat kembali terjaga dan masyarakat tidak perlu lagi merasa terbebani oleh lonjakan harga yang tidak terkendali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring