SUARA PONOROGO - Pemerintah daerah Ponorogo menghadapi dua kendala penting terkait dengan penetapan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menjelaskan bahwa UNESCO sebelumnya mengungkapkan keraguan terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam seni Reog Ponorogo.
Bahan-bahan seperti bulu merak dan kulit harimau, yang memiliki peran krusial dalam kesenian ini, dianggap digunakan tanpa mempertimbangkan etika.
Bulu merak diambil langsung dari burung merak, dan kulit harimau digunakan dalam karya seni tersebut.
Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo merespons dengan serius. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini.
"Kami telah memberikan jawaban yang diperlukan dalam dosier, melakukan pembetulan, dan revisi untuk mengklarifikasi penggunaan bahan-bahan ini. Prinsip-prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan menjadi fokus dalam penyusunan dosier ini," tegas Sugiri.
Lebih jauh, Bupati Sugiri menjelaskan adanya perubahan paradigma dalam seni Reog Ponorogo.
"Karya seni Reog Ponorogo yang dihasilkan saat ini tidak lagi menggunakan bahan-bahan dari satwa liar seperti harimau. Kami telah melakukan inovasi dengan melukis kulit sapi dan kambing sehingga mengadopsi motif harimau, bahkan dengan penampilan yang lebih menarik," ujarnya.
Sugiri juga menjelaskan bahwa penggunaan bulu merak memiliki dasar biologis yang sah. "Bulu merak secara alami rontok setiap tahun. Ini berlaku tidak hanya untuk merak, tetapi juga untuk burung lain seperti ayam dan entok," paparnya.
Baca Juga: Hadir Kembali, KPR BRI Property Expo 2023 Tawarkan Green Housing Financing
Mengenai penggunaan kulit harimau, Bupati Sugiri menjelaskan bahwa langkah-langkah telah diambil untuk merancang ulang seni Reog agar lebih ramah lingkungan.
"Kami berkomitmen untuk menciptakan Reog yang tidak lagi bergantung pada bahan-bahan dari binatang. Kami telah memulai dialog dengan masyarakat dan mengusulkan alternatif seperti merak sintetis dan kulit sintetis berkualitas tinggi," jelasnya.
Meski menyadari bahwa perubahan tersebut bukanlah perkara mudah dan membutuhkan dukungan luas, Bupati Sugiri mengindikasikan partisipasi pihak akademis dan masyarakat dalam proses perubahan ini.
Meskipun tantangan besar terkait penetapan Reog Ponorogo sebagai WBTb telah diatasi, Bupati menyadari bahwa perjalanan menuju Reog yang ramah lingkungan masih memerlukan usaha keras dan kerjasama dari berbagai pihak
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Dapat Kejutan Ultah di DPR, Titiek Soeharto Senyum-senyum Ditanya Ucapan 'Spesial' dari Prabowo
-
Siapa Pemilik Selat Hormuz? Kawasan yang Bikin AS Harus Blokade Total dalam Perang Lawan Iran
-
PSI Usul Cara Lain Tambah PAD Jakarta, Tak Perlu Jual Nama Halte ke Parpol
-
Bidik Predikat Terbaik Dunia, Indonesia Open 2026 Gabungkan Kecanggihan Teknologi dan Sport
-
Rekor Buruk Rupiah Hari Ini
-
Perkuat Otot Militer, RI-AS Resmi Bentuk MDCP: Fokus Teknologi Bawah Laut
-
Oknum Polisi Berpangkat Bharaka Terlibat Lab Narkoba Jumbo
-
Bingung Dukung Persija atau Persib Buat Juara Super League, Rachmat Irianto Kasih Jawaban Tegas
-
Percepat KPR, BTN Integrasikan Proses Lewat Satu Sistem Terpusat
-
4 Pembersih Wajah Berbahan Blueberry Angkat Kotoran tanpa Buat Kulit Kering