/
Rabu, 30 Agustus 2023 | 19:40 WIB
Rizal Akbar di kediamannya (ponorogo.suara.com/dedy.s)

SUARA PONOROGO - Keberhasilan selalu menarik perhatian, terutama ketika muncul dari mereka yang tak mendapatkan "keistimewaan" khusus.

Rizal Akbar, seorang pengusaha muda yang sukses pada usia 32 tahun, warga Cokromenggalan, Ponorogo, adalah bukti nyata bahwa kesuksesan tak selalu tergantung pada latar belakang keluarga atau keberuntungan belaka.

Rizal bercerita kepada ponorogo.suara.com tentang perjalanan karirnya yang menginspirasi, dari awal bekerja di perusahaan pupuk hingga menjadi pemimpin usaha dalam sektor yang sama.

Dia dengan tegas membuka wawancara dengan mengungkapkan bahwa kesuksesannya bukanlah hasil tiba-tiba atau turunan dari keluarga berpengaruh. "Saya datang dari keluarga biasa," ungkap Rizal tegas.

Kisah karir Rizal dimulai dari pengalaman kerjanya di warnet dan berbagai pekerjaan lain yang membentuknya secara perlahan.

Namun, titik balik karirnya datang saat dia diundang untuk bergabung dengan perusahaan pupuk besar di Ponorogo pada tahun 2011.

"Saya tiba di Surabaya dengan niat belajar dan menimba ilmu sebanyak mungkin. Saya memulai dari nol," jelasnya.

Dalam enam tahun berikutnya, Rizal menjalani perjalanan yang penuh tantangan di perusahaan pupuk tersebut.

"Saya melaksanakan berbagai tugas, termasuk penagihan dan pengelolaan berkas-berkas di kantor. Itu masa yang sarat dengan cerita dan pengalaman berharga," tambahnya.

Baca Juga: DJ Verny Hasan Minta Bertemu Baik-Baik, Denny Sumargo Menolak: Duduk Sama Bapaknya Anak Itu Aja

Keuletan dan komitmennya dalam bekerja tak luput dari perhatian manajemen perusahaan. Pada 2018, setelah enam tahun perjuangan dari posisi staf hingga tanggung jawab yang beragam, Rizal dipercaya untuk menjadi direktur.

"Saya selalu memberikan totalitas dalam pekerjaan dan profesionalisme. Itu yang membawa saya ke posisi ini," kata Rizal dengan rendah hati.

Namun, tak puas dengan pencapaian di perusahaan, Rizal mengambil langkah berani dengan memulai usaha sendiri pada tahun 2021.

"Saya merasa mampu. Saya ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Kita harus terus belajar selama hidup kita," ungkapnya.

Rizal juga berbagi pandangan tentang pentingnya mandiri dalam berbisnis. "Saya melihat bahwa ini saat yang tepat. Jika kita terus bergantung pada orang lain, kapan kita akan menjadi mandiri? Saya berterima kasih pada perusahaan sebelumnya yang memberi kesempatan untuk mencapai posisi tertinggi," katanya.

Berbicara tentang tantangan dan risiko dalam dunia wirausaha, Rizal dengan jujur mengakui pernah tertipu oleh teman sendiri pada awal usahanya, dengan kerugian hingga 1 Milyar Rupiah.

Namun, dia berkomitmen untuk bangkit. "Dalam kegagalan, kita berusaha lagi. Saat terjatuh, kita bangun kembali. Gagal itu menyakitkan, tetapi dari situ kita belajar dan mengevaluasi untuk menjadi lebih baik," tutur Rizal.

Ketua PSSI Ponorogo ini menegaskan pesan kuat bagi generasi muda yang mungkin merasa terbebani oleh risiko dan kesulitan berwirausaha.

"Jangan takut jatuh, jangan takut gagal. Semua orang harus terus belajar. Mandiri sulit, tetapi saat kita melewati proses itu, hasilnya luar biasa memuaskan," tegasnya.

Melalui kisah inspiratif Rizal Akbar, kita menyaksikan bahwa kesuksesan tak hanya berasal dari hasil instan, tetapi melibatkan perjalanan panjang yang ditandai oleh ketekunan, kesabaran, dan semangat tak kenal menyerah.

Dari posisi staf hingga direktur, dan akhirnya menjadi wirausaha mandiri, perjalanan Rizal adalah contoh hidup bahwa upaya tak akan pernah mengkhianati hasil.
 

Load More