SUARA PONOROGO - Kehadiran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Kabupaten Ponorogo baru-baru ini tengah menjadi perhatian utama warga.
Beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bumi Reog dilaporkan menghadapi kelangkaan yang berujung pada antrian panjang para pengemudi yang hendak mengisi solar di SPBU, terutama yang baru saja diisi ulang oleh Pertamina.
Salah satu sopir angkutan batu, Agus, mengungkapkan bahwa dirinya sudah menghabiskan waktu hampir 1 jam untuk mengantri di SPBU yang terletak di Jalan Trunojoyo, Ponorogo. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan BBM solar di sejumlah SPBU lainnya.
"Kami sudah mengantri selama 1 jam, karena di tempat lain stok kosong," ujar Agus dengan nada kesal.
Melalui penelusuran yang dilakukan oleh ponorogo.suara.com, memang terbukti sejumlah SPBU di Ponorogo mengalami kekurangan pasokan BBM jenis solar.
Di sisi lain, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Perdagkum) mengklaim bahwa pasokan solar di Ponorogo masih dalam kondisi aman.
Ringga Dwi Heri Irawan, Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Perdagkum, menjelaskan bahwa secara keseluruhan stok BBM solar subsidi di Ponorogo masih mencukupi.
Saat ini, tersisa sekitar 9.557 kilo liter (KL) yang diperkirakan dapat mencukupi hingga pertengahan November mendatang.
Ia juga menginformasikan bahwa pihaknya telah mengajukan penambahan kuota sebesar 5.400 KL agar pasokan solar mencukupi hingga akhir tahun.
Baca Juga: Buku 'Ranjau Biografi', Hal-Hal yang Harus Dihindari oleh Jurnalis
"Kondisi pasokan solar di Ponorogo masih relatif aman, karena stok kami masih mencukupi hingga pertengahan November. Untuk memenuhi kebutuhan satu tahun, tersisa satu setengah bulan. Kami telah mengajukan tambahan pasokan," paparnya Kamis (31/08).
Ringga menambahkan bahwa data dari Disperdagkum menunjukkan total kuota solar subsidi tahun 2023 mencapai 35.229 KL.
Dari jumlah tersebut, sekitar 25.672 KL solar subsidi telah disalurkan kepada masyarakat. Sehingga, tersisa 9.557 KL BBM subsidi, dengan rata-rata konsumsi sekitar 3.169 KL per bulan.
"Kuota total selama setahun di Ponorogo adalah sekitar 35.229 kilo liter, dengan konsumsi bulanan rata-rata 3.650 kilo liter," tambahnya.
Ringga juga menyebutkan bahwa dari total 25 SPBU di Ponorogo, hanya 3 SPBU yang mengalami penipisan stok, yakni Madusari Siman, Bangunrejo Sukorejo, dan Bababan.
Ia menduga bahwa salah satu faktor penyebab antrian panjang adalah peningkatan penggunaan solar untuk pengairan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
"Kami menduga bahwa faktor kemarau panjang ini menjadi salah satu penyebab utama, terutama dalam penggunaan solar untuk kebutuhan pertanian yang meningkat," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon