/
Rabu, 20 Juli 2022 | 15:45 WIB
Pedagang cabai dan kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional di Tanjungpinang. (Rico Barino/suara.c (suara.com)

Poptren.suara.com – Makin tinggi harga cabai dan bawang di sejumlah Pasar Tradisional di kota Balikpapan, dikeluhkan warga.

Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan, Heria Prisni menanggapi isu tentang harga cabai yang beberapa waktu kemarin sempat tinggi.

Harga cabai yang sempat menyentuh harga Rp 250 ribu perkilogram, dikarenakan pengaruh cuaca buruk yang menyebabkan gagal panen .

Pasokan cabai juga berkurang hingga produksi mengalami penurunan hingga 50 persen.

“Pengaruh cuaca ya, karena dari april musim hujan jadi pertumbuhan cabai terhambat, yang biasanya 1 hektar untuk hasilkan 1 ton sekarang tidak sampai,” ujarnya

Dikatakan olehnya, untuk saat ini harga cabai di pasar tradisional yang ada di Kota Balikpapan mencapai Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kilonya.

“Hal ini disebabkan, karena menurunnya produksi cabai, sedangkan biaya produksinya yang tinggi,” terangnya.

“Jadi menurut petani, supaya keuntungannya tetap tercapai otomatis harganya disesuaikan dengan harga biaya produksi mereka,” tambahnya.

Dia berharap 2 bulan ke depan pasokan dan produksi cabai bisa kembali dengan normal. Sehingga, harga juga bisa turun dan kembali semula.

Baca Juga: Bermain Video Game Memiliki Manfaat Baik dan Buruk Untuk Kesehatan Seksual

“Mudahan saja dua bulan ke depan cabai yang suda ditanam ini berbuah bagus, sehingga pasokan dan produksi cabai kembali normal,” tuturnya.

Sumber : Kaltim.suara.com

Load More