Poptren.suara.com - Kamu pasti sepakat mempermalukan orang lain itu merupakan perilaku yang buruk. Sayangnya, terkadang saking sudah terbiasa dipraktikkan dan bahkan dianggap wajar, kamu sendiri gak sadar sudah mempermalukan orang lain.
Mengutip Yousay.id, ada beberapa shaming yang banyak dijumpai di masyarakat, yaitu :
1. Body shaming
Di antara tipe shaming yang paling sering terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, adalah body shaming. Tipe shaming ini tidak hanya terjadi pada orang yang obesitas, tapi yang memiliki badan kurus pun kerap mendapat perlakuan sama.
Dengan alasan cuma bercanda, mengolok-olok seseorang karena bentuk badannya kerap dianggap wajar. Padahal, belum tahu saja kalau hatinya teriris-iris.
Ada pula yang mempermalukan bentuk tubuh secara halus. Misalnya, dengan menyarankan diet atau usaha lain untuk menurunkan berat badan.
Padahal, belum tentu yang obesitas itu disebabkan pola makan sembarang. Gak sedikit orang memiliki masalah fisik atau mental yang kemudian berdampak pada bentuk tubuh.
2. Hobby shaming
“Manusia plastik, kok, disuka? Musik gak bagus gitu, kok, dielu-elukan.”
Baca Juga: 4 Dampak Negatif Body Shaming bagi Korban, Membuat Tidak Percaya Diri
Bagi penggemar K-Pop, mungkin berbagai ujaran kebencian seperti di atas sudah jadi makanan sehari-hari. Orang yang menyukai K-Pop sering dianggap rendah, dan diolok-olok.
Sebenarnya hal ini juga termasuk mempermalukan dan tindakan yang buruk, lho. Tiap orang memiliki selera yang berbeda-beda, hobi pun tidak sama. Maka dari itu, hormatilah pilihan orang lain yang berbeda.
3. Healthy shaming
“Kan, kamu selalu makan makanan sehat dan olahraga, kok, bisa penyakitan juga?”
Manusia itu bukan Tuhan yang bisa menentukan seseorang sakit atau tidak. Setidaknya orang yang berusaha menjaga nikmat Tuhan, yakni tubuhnya dengan menerapkan pola hidup sehat jauh lebih baik daripada orang yang mulutnya gak jauh-jauh dari menghina.
4. Single shaming
“Cantik, tapi kenapa masih belum punya pasangan, sih?”
Gak heran banyak yang terjebak pernikahan toksik. Gak kuat dengan mulut-mulut bengis seperti ini yang berpikir status lajang seperti sebuah kehinaan. Akibatnya, gak sedikit orang menikah bukan karena cinta, melainkan karena terpaksa untuk menutup omongan menyakitkan tadi.
Gimana, apakah kamu pernah merasakan tipe shaming diatas, bestie ? Kalau kamu engga mau dapet 'shaming', jangan buat hal yang sama ya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Registrasi SIM Biometrik Disalahgunakan, Kemkomdigi Temukan Penjual Aktivasi Pakai Wajah Sendiri
-
Lebih dari Sekadar Perjalanan, Ini Pelajaran Berharga dari Naik Transportasi Umum
-
Sambut Hari Anak Nasional, Gus Ipul: Sekolah Rakyat Ada untuk Memenuhi Hak Anak
-
Diproyeksi Menguat, IHSG Terus Ngebut ke Level 6.200 Pagi Ini
-
Kabar Mediasi AS - Iran Meredam Kenaikan Harga Minyak Dunia
-
Lupakan Piala Dunia 2026, Kini Saatnya Piala AFF 2026: Vietnam Panaskan Mesin Lawan Indonesia
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Cek Saham yang Bisa Cuan Hari Ini, Ada BBCA hingga Saham Telekomunikasi
-
Jangan Lama-lama Pegang Saham DCII, Ada Warning
-
Lee Do Hyun Resmi Gabung Lee Byung Hun dan Go Youn Jung dalam Film Nambeol