Poptren.suara.com – Miris, anak 4 tahun di dalam video ini harus mengalami sejumlah tindakan penganiayaan oleh ibunya sendiri.
Sang ibu kesal karena anaknya tak mau makan.
Salah satu yang mengunggahnya adalah akun TikTok @theaqil7, memperlihatkan 23 detik mengerikan yang dialami seorang bocah yang duduk sambil menangis.
Dalam video itu, seorang wanita kemudia muncul dan memukul beberapa kali dengan gagang sapu yang dibawanya ke bocah.
Tangan dan wajah bocah malang itu menjadi sasaran sang ibu.
Menangis histeris, tak membuat sang ibu merasa kasihan. Ia tetap memukul bocah lantaran emosi makanan yang disiapkan tak kunjung habis, sementara beberapa orang dewasa lainnya tak bisa menolongnya.
Ternyata Korbannya Anak Angkat
Melansir laman ohbulan.com, peristiwa mengerikan ini terjadi di Beranang, Selangor, Malaysia pada 18 Juli 2022 silam. Pihak kepolisian pun telah menangkap ibu kejam yang terekam di video tersebut.
"Korban adalah anak angkat dari suami istri (di video). Insiden terjadi karena korban tidak suka makan nasi. Pelaku lalu memaksa korban untuk menelan nasi dan malah membuatnya muntah. Anak ini juga disebut hiperaktif," tutur Mohd Zaid Hassan dari kepolisian setempat, dikutip Suara.com, Jumat (22/7/2022).
Baca Juga: Sebut Nama Ganjar ke Tong Sampah, Gus Miftah Berikan Klarifikasi
Kemudian terungkap pula jika anak itu ternyata awalnya dilahirkan oleh seorang warga Indonesia. Namun karena keterbatasan biaya, akhirnya anak itu diserahkan kepada pelaku untuk dirawat.
"Kelahiran korban tidak pernah didaftarkan, sehingga tidak ada dokumen identitas sama sekali. Korban diserahkan kepada pelaku sejak April lalu karena ibu kandungnya tidak mampu merawat," terang Zaid Hassan melanjutkan.
Kini pasangan suami istri yang masih muda tersebut sudah ditahan pihak kepolisian. Sementara korban sudah dibawa ke rumah sakit terdekat dengan dokter mendiagnosisnya mengalami cedera di beberapa bagian tubuh.
Tanggapan Warganet
Warganet jelas ikut dibuat naik pitam dengan apa yang dialami oleh bocah malang itu. Publik menilai seharusnya orang tua lebih sabar dalam membimbing anak-anaknya, termasuk jika mereka menolak memakan makanan tertentu.
"Ya Allah kenapa sampai kayak gitu," komentar warganet.
Berita Terkait
-
Tega! Pria Pasuruan Ini Aniaya Istri hingga Babak Belur, Kini Berakhir di Penjara
-
Satpam Ini Berusaha Bantu Penghuni Apartemen yang Diduga Alami KDRT, Aksinya Malah Kena Hujatan
-
9 Transformasi Medina Zein, Pengusaha Ternama yang Kini Terjerat Kasus Hukum
-
Oknum Polisi di Taput Jadi Tersangka, Diduga KDRT Istrinya
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
Pilihan
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
-
Kejagung Geledah Rumah dan Kantor Komisioner Ombudsman, Diduga Terkait Kasus CPO
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
Terkini
-
Dasco dan Habib Rizieq Bertemu di Petamburan, Titip Pesan Ini untuk Presiden Prabowo
-
Semen Padang FC vs PSBS Biak Malam Ini, Laga Hidup Mati Kabau Sirah Keluar Zona Degradasi!
-
Basarnas Update: 5 Meninggal Dunia Akibat Longsor Sampah Bantargebang, 4 Masih Hilang
-
CEO Timnas Malaysia Kecewa dengan Keputusan CAS
-
Flash Sale Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Sore Ini, Bisa Lewat Aplikasi Apa?
-
Bosan Ngabuburit Cari Takjil? Yoursay Class Ajak Ikut Ngabubuwrite
-
Empat Nasi Box Menjelang Puasa
-
3 HP Flagship Model Ultra Siap Debut: Ada Ponsel Premium Vivo, Oppo, dan Huawei
-
F1 GP Australia 2026: Duo Mercedes Raih Podium usai Duel dengan Ferrari
-
Gara-gara Petasan, Pelajar SMA Blitar Terancam 15 Tahun Penjara