Poptren.suara.com - Pernahkah kamu lupa sejenak dengan apa yang baru saja kamu lakukan atau kamu katakan ? Kalau pernah, mungkin saja kamu mengalami brain fog. Mengutip Yoursay.id, brain fog merupakan sebuah gejala yang memengaruhi kemampuan mengingat. Orang yang mengalaminya akan merasa kesulitan untuk fokus, kebingungan, tidak dapat berpikir jernih sama sekali, dan merasa lelah meskipun tidak melakukan kegiatan yang berat.
Lalu, apa yang menyebabkan brain fog terjadi ?
1. Stres yang berlebih
Saat mengalami stres yang berlebih, sistem imun akan lemah, tekanan darah naik, dan akan mengakibatkan depresi. Jika sudah depresi, maka kemungkinan kamu akan mengalami kesulitan fokus dan berfikir, serta kebingungan untuk waktu yang lama. Kalau sudah begini, otakmu akan kesulitan untuk mengingat sesuatu bahkan hal yang baru saja kamu lakukan atau katakan. Menjaga kesehatan mental sangat perlu untuk menghindari brain fog.
2. Perubahan hormon dari kehamilan dan baru melahirkan
Pada ibu hamil, istilah brain fog juga dikenal sebagai mommy brain. Istilah mommy brain juga membuatmu mengalami kesulitan dalam mengingat sesuatu. Hal ini normal terjadi untuk ibu hamil dan pasca melahirkan, karena mommy brain biasanya dipicu oleh perubahan hormon saat hamil. Dilansir dari glints.com, ketika hamil, hormon estrogen dan progesteron meningkat dan memengaruhi daya ingat.
Sebaliknya ketika menopause, hormon estrogen menurun drastis dan memberikan efek yang sama yaitu daya ingat yang melemah dan sulit konsentrasi.
3. Kurangnya kualitas tidur
Sama halnya dengan ibu yang baru melahirkan, kekurangan tidur akan berimbas pada daya ingatmu. Kekurangan tidur akan menyebabkan otak menjadi lelah, maka bisa memicu timbulnya brain fog.
Baca Juga: Apa Itu Brain Freeze, Sakit Kepala Tiba-Tiba Gara-Gara Minuman Dingin
4. Pengobatan dan masalah medis
Brain fog juga bisa menjadi salah satu adanya indikasi penyakit seperti depresi, alzheimer’s, multiple sclerosis (MS), dan masih banyak lagi. Biasanya gejalanya bukan hanya suka lupa. Jika menemukan gejala lain selain brain fog, tentunya kamu harus sigap berobat ke doker.
Penyebab brain fog memang beragam, dari yang ringan hingga berat. Maka dari itu, perlu sekali aware terhadap kesehatan diri sendiri. Tapi jangan self diagnose ya, bestie. Segeralah pergi ke dokter apabila kamu merasaka. gejala brain fog.
Goodluck !
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba
-
Petaka Cemburu Buta di Kamar Asrama: Mahasiswa Kesehatan di Malang Habisi Nyawa Sahabat Sendiri
-
Daftar Bank Penerbit Kartu Kredit Indonesia (KKI) Bebas Biaya dan Ketentuannya
-
Dinkes DIY Siapkan 240 Kg Obat untuk Korban Gempa NTT, Pastikan Stok Jogja Tak Tertanggu
-
Modifikasi BMW Passato dari Indonesia Siap Tampil di SEMA Show 2026 Las Vegas
-
Petani Bakal Bisa Pinjam Modal dengan Jaminan Hasil Panen, Bunga 6 Persen
-
Dari Telur Asin hingga Beras Biosalin, Kisah Ibu-ibu Mangunharjo Merajut Kemandirian Lewat Mami Sera
-
Mengenal Carbon Trading: Saat Krisis Iklim Bertemu Logika Pasar
-
12 Tips Mengatasi Stres Berdasarkan Zodiak, Cara Gemini dan Scorpio Berbeda
-
Di Tengah Persaingan Industri Bahan Bangunan, Semen Gresik Perkuat Kepercayaan Konsumen