Poptren.suara.com - Graha Maria Annai Velangkanni, Gereja Katolik yang berdiri dengan megah di pinggiran kota Medan dan menjadi salah satu tempat ziarah umat Katolik baik dari Indonesia maupun mancanegara. Graha Maria Annai Velangkanni didedikasikan untuk Bunda Maria yang dikenal di India sebagai Annai Velangkanni Arokia Martha, Our Lady of Good Health (Bunda penyembuh).
Bangunan ini dibangun dengan sentuhan Indonesia dikombinasikan dengan arsitektur Indo-Mughai. Beberapa symbol kepercayaan menghiasi bangunan ini dan membentuk nilai estetika dan persatuan yang indah. Gereja ini dibangun atas inisiatif bersama dari warga Tamil yang ada di Medan bersama pastor James Bharataputra S.J di mana pada saat itu mereka sangat kesulitan untuk melakukan ibadah bersama.
Singkat cerita setelah mendapat izin dari Keuskupan Agung Medan dan pemerintah setempat, maka mulailah dibangun Gereja ini. Graha Maria ini dibangun oleh para amatir dan mengandalkan dana dari para donatur. Campur tangan Tuhan sangat nyata dibalik terciptanya gereja yang indah ini. Total semua biaya pembangunan gereja ini mencapai 4 miliar rupiah dan jumlah yang besar ini berasal dari donatur baik dari seluruh penjuru dunia. Apabila biaya ini dibandingkan dengan bangunan yang sangat kokoh dan megah, tentu saja biaya ini jauh lebih murah.
Banyak mukzijat dan keajaiban yang terjadi sebelum, selama dan sesudah pendirian gereja ini. Pernah suatu waktu kebakaran hebat pada tanggal 2 November 2002 menghanguskan semua bangunan Pastoran (tempat tinggal para Pastor). Pada saat itu kamar pastor James juga ikut habis terbakar, sementara beliau baru berangkat ke Jakarta dan baru membawa donasi sebesar 10 juta rupiah tunai dari masyarakat Aceh.
Keajaiban terjadi, uang yang diletakkan di laci meja Pastor tersebut sama sekali tidak tersentuh oleh api, sementara handuk pembungkus dan meja itu sendiri sudah hancur terbakar. Uang,Alkitab dan buku Puji Syukur masih seperti sedia kala. Setelah perjuangan panjang, akhirnya 1 Oktober 2005, Graha Maria Annai Velangkanni resmi diresmikan oleh wakil Gubernur Sumatra Utara dan Uskup Agung Medan saat itu.
Gereja ini selain untuk ibadah , juga terbuka untuk wisata ziarah atau wisata kunjungan baik umat beragama Katolik maupun umat yang berasal dari agama lain. Apabila berwisata di sini, pengunjung diharapkan berlaku selayaknya mengunjungi tempat ibadah tentu prilaku kita disana harus dijaga, dengan tetap menjaga keheningan, kebersihan dan tutur kata.
Sumber : Yoursay.id
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati