Poptren.suara.com - Istilah "demi konten" rasanya semakin sering kita dengar belakangan ini, termasuk dalam percakapan sehari-hari bersama orang-orang dekat.
Tak jarang, ide untuk membuat konten tersebut juga menerobos nalar dan menempatkan seseorang dalam bahaya.
Membuat konten memang menjadi hak semua orang. Tapi, tentu kita perlu memperhatikan apa dan bagaimana cara kita membuat konten tersebut. Untuk itu, berikut ini ada beberapa hal yang tak semestinya dilakukan demi konten.
1. Melakukan hal yang memalukan dan mempermalukan orang lain
Dewasa ini, banyak orang yang rela melakukan hal-hal yang memalukan demi membuat konten di media sosial. Akibatnya, mereka seakan tidak berpikir terlebih dahulu dan tidak peduli meski harga diri mereka jatuh di hadapan orang banyak.
Jejak digital sulit untuk dihilangkan. Kita tak pernah tahu sampai mana perbuatan kita tersebar dan diketahui orang lain. Kita mungkin tidak merasa malu, tapi pikirkan keluarga dan teman-teman kita yang mungkin tidak sanggup menanggung apa yang kita lakukan.
Pun, kita mungkin tidak merasa malu hari ini, tapi bayangkan kita di masa depan nanti. Anak-cucu kita mungkin akan melihat jejak digital kita. Jangan sampai kita menyesal dan malu di kemudian hari.
Selain itu, ada banyak konten yang mempermalukan orang lain secara terang-terangan, terutama yang menyangkut aib atau masalah pribadi. Tentu saja, lain halnya dengan perbuatan memang harus diketahui oleh orang banyak agar tidak terjadi lagi dan berharap adanya efek jera.
2. Membahayakan diri sendiri dan orang lain
Baca Juga: Fakta Tentang Al Ghazali Dibongkar El Rumi
Ada banyak konten bermanfaat yang bisa kita buat tanpa perlu membahayakan diri sendiri dan orang lain. Jika sesuatu yang buruk terjadi, seperti terluka atau mengalami kecelakaan, kita sendiri yang akan merasakan sakit dan sulitnya.
Pun, jika hal tersebut terjadi pada orang lain, kita bisa menanggung risiko yang lebih besar, bahkan hingga berlanjut ke meja hijau.
3. Menghilangkan empati
Misalnya saja, ketika terjadi sebuah kecelakaan. Sebelum kita cepat-cepat memotret atau merekam dan mempostingnya begitu saja tanpa memperhatikan adab, pikirkanlah bagaimana perasaan keluarga korban.
Bayangkan jika salah satu anggota keluarga kita yang mengalami kecelakaan, tentu kita juga akan bersedih jika ada orang yang memanfaatkan musibah kita sebagai konten mereka. Jika memang kita merasa perlu membaginya sebagai informasi, sampaikanlah dengan baik dan beradab.
Banyak orang yang kehilangan rasa empati mereka kepada orang lain hanya demi menjadi populer melalui konten-konten yang mereka buat. Mereka hanya peduli pada viewer atau jumlah like, tanpa pernah memikirkan perasaan orang lain.
Demikian tiga hal yang tak semestinya dilakukan demi konten. Yuk, buat konten yang baik dan bermanfaat!
Sumber : yoursay.suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan