- PT Krakatau Steel menekankan jaringan gas penting bagi keberlanjutan industri baja dan petrokimia di Cilegon.
- Pengiriman perdana pipa proyek transmisi gas Dumai–Sei Mangkei dimulai di Cilegon, Banten, Kamis (19/2/2026).
- Jaringan gas terhubung akan memperkuat distribusi energi domestik dan mendukung investasi industri baru kawasan tersebut.
Suara.com - PT Krakatau Steel (Persero) menilai keberadaan jaringan gas menjadi faktor penting bagi keberlanjutan dan ekspansi industri di kawasan Cilegon. Hal ini disampaikan beriringan dengan dimulainya pengiriman pipa untuk proyek transmisi gas Dumai–Sei Mangkei yang diharapkan memperkuat distribusi energi ke berbagai wilayah industri.
Direktur Komersial Krakatau Steel Hernowo mengatakan gas memiliki peran vital bagi sektor manufaktur di Cilegon yang didominasi industri baja dan petrokimia. Ia menyebut kebutuhan energi menjadi perhatian utama seiring masuknya investasi baru di kawasan tersebut.
“Gas ini salah satu kunci untuk kawasan kita di industri Cilegon. Di sini kebanyakan baja sama petrokimia. Tanpa gas, industri ini enggak jalan, Pak,” kata Hernowo dalam acara pengiriman perdana pipa di Cilegon, Banten, Kamis (19/2/2026).
Ia menyampaikan kawasan industri di Cilegon saat ini tengah bersiap menghadapi pertumbuhan investasi, termasuk proyek petrokimia baru. Menurutnya, kecepatan pasokan gas akan menentukan kelancaran aktivitas industri ke depan.
“Kebetulan ini sekarang lagi banyak investasi baru. Ini kemarin ada petrochemical dari Cina sudah groundbreaking. Jadi kalau secepatnya gasnya ke sini sudah ditunggu,” ujarnya.
Selain investasi baru, Krakatau Steel juga tengah mengembangkan kawasan industri tambahan yang membutuhkan dukungan energi dalam jumlah besar. Hernowo menyebut perusahaan sedang menyiapkan lahan industri ribuan hektare di sekitar kawasan eksisting.
“KS juga sedang membangun tambahan 2.000 hektare kawasan industri. Kira-kira 8 kilometer dari pelabuhan. Pasti itu akan sangat membutuhkan energi, khususnya migas,” ucapnya.
Ia menambahkan kebutuhan energi yang meningkat membuat proyek jaringan gas menjadi penting bagi keberlanjutan pengembangan kawasan industri di Cilegon.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan pembangunan jaringan pipa gas tidak hanya berfungsi menghubungkan sumber energi, tetapi juga mendukung aktivitas industri di berbagai wilayah.
Baca Juga: Perbaiki Kinerja, Krakatau Steel Mau IPO Anak Usaha
“Kalau pipa ini selesai, maka gas di Sumatra dan Jawa itu sudah menjadi satu pipa. Di mana pun landing point gas nanti bisa dimasukkan ke dalam pipa ini untuk dikirim ke berbagai wilayah yang membutuhkan,” kata Laode.
Menurutnya, jaringan gas yang terhubung akan memudahkan distribusi energi ke kawasan industri, termasuk wilayah yang selama ini menunggu kepastian pasokan.
Ia menambahkan pembangunan jaringan pipa juga menjadi bagian dari penguatan ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan gas domestik.
“Ini tentu merupakan bagian untuk kekuatan ketahanan energi kita. Karena apabila pipa ini selesai, distribusi gas bisa lebih fleksibel dan bisa menjangkau kawasan industri yang membutuhkan,” ujarnya.
Direktur Komersial Krakatau Pipe Industries Rony Yanuardi mengatakan proyek transmisi gas Dumai–Sei Mangkei memiliki panjang ratusan kilometer dan dirancang untuk memperkuat jaringan distribusi energi di berbagai wilayah.
“Hari ini kita start untuk mulai delivery pipa 20 inci dengan spesifikasi API X52 sepanjang 540 kilometer. Ini proyek besar yang nantinya akan mendukung kebutuhan energi di berbagai daerah,” kata Rony.
Berita Terkait
-
Krakatau Steel Bidik Produksi 4,5 Juta Ton Baja di 2026
-
Cerita Danantara: Krakatau Steel Banyak Utang dan Tak Pernah Untung
-
Krakatau Steel Perkuat Aspek Kesejahteraan Karyawan Lewat Kerja Sama dengan Pengadilan Agama
-
Krakatau Steel Berangkatkan Ratusan Pemudik di Gelaran Mudik Gratis
-
Krakatau Steel Ekspor 5.000 Ton Baja ke Amerika Serikat
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI