- Dugaan pencabulan menimpa empat anak usia 3–11 tahun di rumah kontrakan kawasan Serpong Utara, Tangerang Selatan.
- Seorang remaja 18 tahun berinisial EZ diduga kuat sebagai pelaku, kasus ini kini ditangani Polres Tangsel.
- Kasus terungkap setelah guru menemukan kejanggalan fisik; polisi sedang mengumpulkan keterangan saksi dan pelapor.
Suara.com - Jagat media sosial dihebohkan kabar dugaan pencabulan terhadap empat bocah di sebuah rumah kontrakan kawasan Serpong Utara, Tangerang Selatan.
Kasus yang menyeret seorang remaja berusia 18 tahun itu kini dalam penanganan kepolisian.
Informasi tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @tangsel.info. Dalam unggahannya, diceritakan kesedihan seorang ibu berinisial H yang mengetahui anaknya menjadi korban.
"Seorang ibu berinisial H tak kuasa menahan tangis saat mengungkap anaknya menjadi korban pencabulan disebuah kontarakan. Tiga anak diduga dicabuli oleh remaja inisial EZ. Satu korban lagi merupakan anak tetangga korban," tulis akun tersebut.
Peristiwa dugaan pencabulan itu disebut terjadi di sebuah rumah kontrakan di Serpong Utara. Para korban berusia antara 3 hingga 11 tahun, sementara terduga pelaku berusia 18 tahun.
Masih dalam unggahan tersebut, H membeberkan awal mula dugaan kasus itu terungkap.
Ia mengaku awalnya tidak menaruh curiga saat anaknya mengeluhkan sakit di bagian anus. Keluhan itu sempat dianggap sebagai gangguan pencernaan, hingga akhirnya berulang.
Kecurigaan muncul di lingkungan sekolah. Seorang guru mendapati bekas kemerahan di leher salah satu korban. Saat dimintai keterangan, korban mengaku pernah dilecehkan oleh terduga pelaku.
"Di ruangan itu anak-anak akhirnya mengaku mereka diminta melakukan tindakan tak pantas oleh pelaku. Mereka juga menyebut sempat diberi minuman yang dicampur sesuatu sebelum kejadian," tulis akun itu lagi.
Baca Juga: Polisi Bersikap atas Kasus Dugaan Pelecehaan Mohan Hazian
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya kejadian ini. Ia memastikan kasus tersebut sudah ditangani aparat.
"Perkara ini sudah dalam penanganan Sat PPA/PPO Polres Tangsel," kata Budi saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).
Menurut Budi, penyidik hingga kekinian juga masih mengumpulkan keterangan dari pelapor dan para saksi. Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan pada Jumat, 20 Februari 2026.
"Sembari menunggu agenda pemeriksaan pelapor dan saksi-saksi terjadwal besok 20 Februari 2026 atas permintaan pelapor," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan
-
Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu
-
ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan
-
Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus
-
Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026
-
Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!
-
Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api
-
Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh
-
Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis
-
Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!