- Jose Luis Chilavert membela Gianluca Prestianni dan menuding Vinícius sebagai pemicu awal perselisihan rasisme.
- Chilavert juga mengkritik Kylian Mbappé atas dukungannya kepada Vinícius, melontarkan komentar transphobia yang dikecam.
- Jose Mourinho dikritik Seedorf karena dianggap membenarkan rasisme dengan menyoroti selebrasi Vinícius yang dianggap provokatif.
Suara.com - Kiper legendaris Paraguay, Jose Luis Chilavert melontarkan pernyataan kontroversial terkait insiden dugaan rasisme dalam laga Benfica kontra Real Madrid pada fase knock out Liga Champions.
Dalam wawancara bersama Radio Rivadavia, mantan kiper yang juga eks pemain Vélez Sarsfield itu secara terbuka membela Gianluca Prestianni dan justru menuding Vinícius sebagai pemicu perselisihan.
Chilavert mempertanyakan mengapa Prestianni menjadi sasaran kritik di Spanyol. Ia menyebut bahwa penghinaan pertama justru datang dari kubu Vinicius.
“Saya berdiri bersama Prestianni. Vinicius adalah orang pertama yang menghina semua orang,” kata Chilavert.
“90 persen pemain Madrid berkulit hitam, mengapa mereka tidak punya masalah dan Vinicius selalu punya konflik?" tambah Chilavert.
Ia bahkan menuding Vinicius tidak konsisten dalam perjuangannya melawan diskriminasi karena dinilai tidak pernah bersuara terkait dugaan kekerasan aparat di stadion-stadion Brasil terhadap suporter asing.
Kontroversi tak berhenti pada Vinicius. Chilavert juga menyerang Kylian Mbappé, yang sebelumnya menunjukkan dukungan kepada Vinicius.
Dalam pernyataannya, Chilavert melontarkan komentar bernada transphobia yang langsung menuai kecaman. Ia mempertanyakan nilai-nilai yang dibawa Mbappe dan menyebut sepak bola telah kehilangan esensinya.
Sebelumnya pelatih Benfica, Jose Mourinho menyoroti selebrasi Vinicius yang dianggapnya tidak hormat.
Baca Juga: Real Madrid Selangkah Lagi ke 16 Besar, Bakal Lawan Manchester City atau Sporting CP?
Ia menyebut setiap stadion yang didatangi sang winger selalu memunculkan kontroversi.
“Saya pikir dia memprovokasi penonton. Saat mencetak gol seperti itu, rayakan dengan hormat,” kata Mourinho.
Ia juga menyebut legenda Benfica, Eusebio, sebagai bukti bahwa klub tersebut bukan rasis.
Pernyataan ini langsung menuai kritik. Legenda Real Madrid, Clarence Seedorf, menyebut Mourinho melakukan kesalahan besar karena terkesan membenarkan rasisme dengan dalih provokasi.
Senada, Theo Walcott menyatakan Mourinho seharusnya tidak berbicara di depan kamera dalam situasi sensitif tersebut.
Sementara itu, penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, bahkan meminta agar Prestianni tidak lagi diizinkan tampil di Liga Champions jika terbukti bersalah.
Berita Terkait
-
Real Madrid Selangkah Lagi ke 16 Besar, Bakal Lawan Manchester City atau Sporting CP?
-
Ketegaran Vinicius Jr: Menahan 20 Serangan Rasis Selama Berbaju Real Madrid
-
Jejak Hitam Gianluca Prestianni, Pernah Adu Pukul dengan Pemain Brasil
-
Real Madrid Siapkan Revolusi Besar! Los Blancos Bidik 6 Pemain di Bursa Musim Panas 2026
-
Tak Hanya Gianluca Prestianni, Nicolas Otamendi Juga Ejek Vinicius dengan Tato Piala Dunia
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
Terkini
-
Casemiro Dikabarkan Segera Gabung Inter Miami, Satu Klub dengan Lionel Messi
-
Lama Tak Terdengar, Pemain Keturunan Jerman Amar Brkic Akhirnya Comeback ke Timnas Indonesia
-
Nasib Belum Jelas, Manajer Persija Jakarta Siap Angkat Kaki
-
Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam Tak Masuk Nominasi Terbaik Padahal Paling Sedikit Kebobolan
-
Nasib Bojan Hodak di Persib Masih Menggantung, Ini Penjelasan Manajemen
-
Persija Gagal Juara meski Lebih Garang dari Era 2018, Marko Simic Disinggung
-
Sesumbar Lamine Yamal, Bidik Rekor Hattrick Termuda di Piala Dunia 2026
-
Mikel Arteta Dipuji Ubah Mentalitas Arsenal Jadi Monster Eropa
-
Ogah Terpeleset di Laga Terakhir, Julio Cesar Minta Pemain Persib Bandung Lakukan Ini
-
Pujian Berbisa Luis Enrique: Sebut Mikel Arteta Masterpiece Modern Jelang Final Liga Champions