News / Nasional
Kamis, 19 Februari 2026 | 18:50 WIB
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima audiensi Ketua DPRD Brebes Mohkhammad Taufiq dan Wakil Ketua I Iqbal Tanjung di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (19/2/2026) (Dok: Biro Humas Kemensos/Bayu Aprianto)

Suara.com - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa perekrutan siswa Sekolah Rakyat tidak menggunakan seleksi akademis.

Hal ini disampaikan saat menerima audiensi Ketua DPRD Brebes Mohkhammad Taufiq dan Wakil Ketua I DPRD Brebes Iqbal Tanjung di Ruang Kerja Wakil Menteri Sosial, Gedung Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).

“Tidak ada seleksi akademis. Pokoknya ini orang miskin. Kalau mereka miskin layak masuk Sekolah Rakyat, kalau (mereka) sakit, Kemensos harus obati mereka, kalau sudah sembuh masukkan ke sekolah rakyat,” kata Agus Jabo.

Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan melalui penjangkauan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang berada pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memuliakan masyarakat prasejahtera dan memastikan proses perekrutan bebas dari praktik nepotisme.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam audiensi dengan DPRD Brebes di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (19/2/2026) (Dok: Biro Humas Kemensos/Bayu Aprianto)

“Pak Ketua tidak boleh titip, Pak Wakil Ketua enggak boleh titip, saya juga enggak boleh titip. Tetapi kalau di lingkugan njenengan ternyata banyak orang miskin, silakan diusulkan. Nanti yang akan menentukan Kemensos. Begitu data masuk kita akan cek lapangan benar enggak ini, itu lho,” jelas Agus Jabo.

Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama jenjang SD, SMP, dan SMA dengan fasilitas lengkap, mulai dari lapangan olahraga, perpustakaan, ruang kelas, hingga makan bergizi tiga kali sehari. Setiap siswa memperoleh delapan setel seragam serta fasilitas laptop untuk mendukung pembelajaran.

Agus Jabo menambahkan, jika Sekolah Rakyat berdiri di Brebes, maka siswa yang diterima harus berasal dari Brebes, guru dan kepala sekolah juga diprioritaskan dari daerah setempat.

“Kalau itu di Brebes, siswanya harus dari Brebes. dari desil 1 dan 2. Terus guru-gurunya juga kita prioritaskan dari Brebes, termasuk kepala sekolahnya kita prioritaskan dari Brebes. Jadi karena nanti masing-masing kota, kabupaten punya sendiri,” kata Agus Jabo.

Selain pendidikan akademis dan karakter, Sekolah Rakyat memberikan pendampingan lanjutan bagi siswa, baik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja. Kementerian Sosial telah menjalin kerja sama dengan berbagai kementerian, antara lain Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kementerian Tenaga Kerja dan BP2MI.

Baca Juga: Wamensos Agus Jabo Tinjau Pembangunan Rumah Sejahtera Terpadu di Magelang

“Jadi, kalau misalkan sudah lulus SMA, kemudian mereka belum mau melanjutkan ke perguruan tinggi, mereka (dapat langsung) bekerja supaya menggraduasi orang tuanya. Kita hanya mengantarkan saja mereka lulus SMA harus sekolah atau kerja,” kata Agus Jabo.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Brebes Iqbal Tanjung menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat di daerahnya.

“Harapan kami dengan adanya Sekolah Rakyat ini, anak-anak yang tidak mampu, dan punya potensi bisa dikembangkan lebih baik. Kita di DPRD konsultasi lebih lanjut terkait program Sekolah Rakyat supaya tidak terjadi miss komunikasi,” kata Iqbal.

Hingga kini, Sekolah Rakyat rintisan telah berdiri di 166 titik dan menampung 15.954 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Program ini didukung 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan. Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat permanen tengah berlangsung di 104 titik dan ditargetkan beroperasi pada 2026.

Hadir dalam kesempatan tersebut Tenaga Ahli Menteri (TAM) Bidang Konsolidasi Program Pengentasan Kemiskinan Fajar Wahyu Hermawan, TAM Bidang Pemberdayaan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Virgo Sulianto, TAM Bidang Riset dan Analisa Data Hendri Kurniawan, TAM Menteri Sosial Bidang Sistem Informasi Manajemen Dardo Pratisyo, TAM Bidang Pengembangan dan Pelatihan Aparatur Alif Kamal.***

Load More