News / Nasional
Kamis, 19 Februari 2026 | 18:35 WIB
Fenomena "War Takjil" atau berburu camilan berbuka puasa kembali memeriahkan kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. [suara.com/Tsabita Aulia]
Baca 10 detik
  • Fenomena "War Takjil" terjadi di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, selama awal bulan Ramadan tahun ini.
  • Bazar takjil ini menarik beragam kalangan, termasuk non-Muslim, menciptakan suasana pertemuan inklusif di tengah keramaian.
  • Antrean panjang sudah terlihat sejak siang hari di lapak pedagang karena tingginya antusiasme pembeli.

Suara.com - Fenomena "War Takjil" atau berburu camilan berbuka puasa kembali memeriahkan kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, di awal Ramadan tahun ini.

Menariknya, perburuan makanan ini tidak hanya melibatkan mereka yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga diikuti oleh berbagai kalangan dari beragam latar belakang agama.

Pantauan suara.com di lokasi Bazar Takjil Ramadhan, Bendungan Hilir (Benhil) menunjukkan antrean mengular sejak siang hari.

Mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak muda tampak antusias memadati setiap lapak pedagang. Di tengah kerumunan tersebut, terlihat jelas bahwa bazar ini telah menjadi ruang pertemuan inklusif, di mana seluruh umat beragama bisa merasakan dalam keriuhan "War Takjil".

Salah satu pengunjung, Siti, yang berhasil mendapatkan takjil incarannya, mengaku tidak merasa keberatan dengan banyaknya warga non-Muslim yang ikut berburu takjil lebih awal. Baginya, fenomena ini justru menambah keseruan Ramadan.

"Menurut aku sih enggak apa-apa ya, bebas siapa saja mau beli takjil. Kan yang direbutin makanan," ujar Siti dengan santai saat ditemui suara.com, pada Kamis (19/2/2026). 

Siti menambahkan bahwa istilah "War Takjil" yang kini viral di media sosial bukanlah bentuk persaingan negatif atau rivalitas antar agama. 

Sebaliknya, hal tersebut menjadi momen seru yang menyatukan masyarakat lewat kecintaan pada kuliner Nusantara.

"Dulu pernah punya teman nonis (yang ikut berburu takjil), tapi malah jadi seru-seruan sih menurut aku," tambahnya. 

Baca Juga: Ramadhan Hijau 2026 di Masjid Istiqlal! Buka Puasa Massal Hingga Gerakan Tukar Sampah Jadi Uang

Meskipun persaingan mendapatkan menu favorit seperti gorengan, kolak, dan, berbagai minuman cukup ketat, Siti mengaku masih beruntung karena stok takjil di Benhil tergolong melimpah di hari pertama ini.

"Alhamdulillah masih kedapatan takjil yang di mau," ucapnya.

Bagi banyak orang, "War Takjil" adalah simbol kebersamaan, di mana rasa lapar dan dahaga yang ditahan seharian berujung pada kegembiraan bersama saat kantong plastik berisi kudapan manis berhasil di tangan.


Reporter: Tsabita Aulia

Load More