Poptren.suara.com - Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi sebuah kebutuhan yang wajib bagi pemilik kendaraan. Tapi tanpa disadari penggunaan BBM yang tinggi menjadi masalah yang amat besar karena waktu yang terus berjalan akan membuat ketersediaan BBM semakin menipis.
Apalagi baru-baru ini pemerintah secara resmi telah melakukan penyesuaian harga BBM untuk jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax. Penyesuaian harga yang ditetapkan oleh pemerintah menimbulkan masalah baru bagi pengguna kendaraan motor.
Ternyata terdapat alternatif pengganti BBM dikala harga Pertalite naik, alternatif ini digadang-gadang bisa menjadi alternatif pengganti BBM Pertalite.
Dikutip dari Suara.com, berikut jenis alternatif BBM saat Pertalite naik. yakni:
1. Compressed Natural Gas (CNG)
• Compressed Natural Gas (CNG) ini termasuk ke dalam salah satu daftar bahan bakar yang bisa menjadi alternatif saat Pertalite naik. Sebenanrnya, BBM ini diciptakan dari metana yang telah disimpan dengan tekanan sangat tinggi.
• sedangkan untuk proses pembakarannya lebih bersih, membuat gas CNG sangat cocok sebagai bahan bakar alternatif terbaik saat Pertalite naik. Selain itu, gas jenis ini juga terasa lebih aman untuk diangkut dan ditangani.
• CNG selain sebagai alternatif pengganti BBM juga dapat digunakan untuk membantu meningkatkan masa pakai oli pelumas di dalam mesin kendaraan, hal tersebut lantaran lebih mudah bercampur dengan udara.
2. Ethanol
Baca Juga: Punahkan Lapar dengan Ayam Kecap yang Menggoda
• Ethanol merupakan salah satu turunan dari alkohol dengan ikatan kimia sama seperti jenis minuman beralkohol. Terdapat beberapa perbedaannya, yaitu ethanol telah dicampur bensin.
• Etanol murni tidak dapat digunakan untuk bahan bakar mobil berpenumpang. Biasanya digunakan untuk truk, motor, mesin pertanian, dan moped.
• Energinya berasal dari proses fermentasi gula secara alami tanaman setelah sebelumnya diberi ragi, kemudian diproses istilasi dan pengeringan. Bensin yang telah terdapat diberi campuran etanol mampu mengoksidasi bahan bakar, lalu membakar lebih banyak dan efektif.
3. Synthetic Gasoline
• Synthetic gasoline atau bahan bakar sintetis bukan hal baru lagi untuk bahan bakar alternatif, karena telah diproduksi sejak 100 tahun silam, tepatnya dari tahun 1919. Bahan bakar alternatif tersebut pernah digunakan sebagai mesin perang saat terjadinya Perang Dunia Kedua.
• Bahan bakar Synthetic terbuat dari suhu gas karbon dioksida kemudian dikonversi menjadi bahan bakar cair melalui proses kelistrikan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Kemenag Pastikan Tunjangan Guru Lulusan PPG 2025 Cair Maret 2026 Jelang Lebaran
-
Persiapan Pernikahan Jennifer Coppen Terungkap, Sudah Test Makeup dan Desain Gaun Pengantin
-
Timnas Futsal Indonesia vs Jepang Jadi Reuni Kedua Pelatih dan Pemainnya
-
Bukan Sekadar Rusak! Misteri Galian Kabel Jadi Biang Kerok Jalan Margasatwa Raya Bolong Terus
-
Peluang Terbuka! Hector Souto Ungkap Syarat Timnas Futsal Indonesia Bisa Menang Lawan Jepang
-
3 Rekomendasi Sedan Bekas Modal Rp30 Jutaan, Tahun 2000-an: Nyaman, Irit, dan Anti Rewel!
-
Susul Farida Nurhan, Bobon Santoso Umumkan Pensiun dari YouTube, Jual Akun Rp20 miliar
-
Naturalisasi Rasa Eropa, Karier Rasa Lokal! Eks PSM Puji Mental Baja Marselino Ferdinan
-
Purbaya: Penerimaan Pajak Naik 30% Jadi Rp 116,2 T di Januari 2026, Bea Cukai & PNBP Lemah
-
Daftar Saham IPO Lewat Shinhan Sekuritas, Mayoritas 'Gorengan'?