Poptren.suara.com - Banyak orang melakukan demi mendapatkan berat badan ideal bonus tubuh langsing. Namun masih banyak yang salah pemahaman bahwa diet adalah mengurangi frekuensi makan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI), menuturkan bahwa frekuensi makan dalam sehari adalah makan pagi, siang dan malam, termasuk makanan selingan, atau bahasa gampangnya nyemil.
Dijelaskan oleh Tri Kurniawati, seorang ahli gizi sekaligus dosen kesehatan dan gizi anak usia dini dari Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, jadwal makan bisa disesuaikan dengan waktu pengosongan lambung yakni 3-4 jam.
"Sehingga waktu makan yang baik adalah dalam rentang waktu tersebut supaya lambung tidak dibiarkan kosong terlalu lama," ungkapnya.
Pola makan yang tidak teratur dapat menyebabkan masalah pada lambung.
“Makan yang tidak teratur membuat rasa lapar yang lebih dibanding orang yang lapar ketika makan teratur. Sehingga akan lebih sulit mengontrol apa yang akan dikonsumsi,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa makan satu kali sehari bukan hal yang dianjurkan karena akan memicu masalah kondisi tubuh, salah satunya mudah lelah. Pola konsumsi tidak terartur, terutama saat beraktifitas, dapat meningkatkan pengurangan glikogen otot. Sehingga menimbulkan rasa lelah yang akan berbanding lurus dengan penurunan kadar glikogen otot.
Selain menimbulkan rasa lelah, hal tersebut juga dapat memicu kantuk. Disebabkan oleh kandungan karbohidrat pada makanan yang dikonsumsi yang menyebabkan kadar gula darah naik dan turun secara cepat sehingga tubuh mudah lelah. Karena tubuh akan melepas banyak asam amino trifosfat, maka dapat memicu hormon serotonin yang memiliki efek relaksasi dan mengantuk.
Jumlah makanan yang dikonsumsi pun akan berlebih meskipun sudah menahan nafsu makan atau membatasi kalori. Namun seseorang akan mengonsumsi banyak kalori saat makan, dikarenakan menahan lapar dalam waktu yang lama. Menyebabkan kalori akan bertumpuk karena mengonsumsi makanan berlemak, makanan olahan, atau camilan.
Tubuh akan kekurangan nutrisi, maka harus perhatikan kuantitas atau jumlah, kualitas makanan yang dikonsumsi.
Baca Juga: Kandungan Rebusan Air Teh, Sereh, dan Jeruk Nipis Bisa Memudahkan Proses Diet Kamu
“Bila tubuh hanya konsumsi satu kali sehari yang seharusnya tiga kali sehari maka ada kebutuhan gizi secara kualitas dan kuantitas yang belum terpenuhi. Bila terjadi dalam waktu lama akan menyebabkan sesorang jatuh ke dalam kondisi kekurangan gizi,” kata Tri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush
-
Apa Itu Hacker Selapan? Sosok di Balik Kasus Bobol Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di Prabumulih
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Bupati Bogor: Tidak Ada Ruang Bagi Narkoba, Sikat Hingga ke Akar!
-
Siswa Terima MBG Fresh 5 Hari, Sementara 3B dan Daerah 3T Dapat Menu Kering
-
1.256 SPPG di Indonesia Timur Disuspend, Tak Daftar SLHS dan Tanpa IPAL
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Polisi Buru 3 DPO Pembacokan Cilandak, Senjata Tajam Disembunyikan di Cirendeu
-
20 Tahun Berkarya, Maudy Ayunda Ungkap Momen Emosional saat Casting Pertama
-
Penolakan Menguat, Gus Ipul Dinilai Tak Netral Pimpin Muktamar NU