Poptren.suara.com - Membeli mobil baru seringkali dianggap invetasi jangka panjang, karena dinilai akan minim perawatan dan dana bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, karena pada dasarnya mobil baru kondisinya masih baik daripada mobil bekas yang tidak diketahui bagaimana ia digunakan oleh pemilik sebelumnya.
Namun perawatan pada mobil baru harus tetap dilakukan oleh pemilik secara berkala, atau sesuai dengan panduan yang dimiliki. Umumnya, interval 10.000 kilometer, maksimal enam bulan sekali dijadwalkan melaksanakan servis rutin. Khusus mobil baru, terdapat poin perawatan satu bulan pertama. Biasanya dikenal masa inrayen.
Komponen-komponen pada mobil baru akan di periksa semua terutama sistem pelumasan, serta kualitas dan kuantitas oli di cek sebelum jadwal pergantian berada di angka 5.000 km. Kelistrikan pada mesin juga diperiksa memakai alat scanner, dengan tujuan mendeteksi dini masalah sensor-sensor mesin kendaraan.
Bambang Sri Haryanto, selaku kepala Bengkel Toyota Nasmoco Majapahit di Semarang, mengatakan bengkel resmi akan memberikan kesempatan pemilik mencoba mobil baru satu bulan dengan tujuan memastikan unit benar-benar fit.
Bambang : "Setelah serah terima unit baru kita berikan batas waktu 1 bulan penuh masa uji coba. Nanti, saat jadwal servis perdana semua komponen di cek kelayakan,".
Lanjut Bambang : "Kesempatan itu juga jadi media komunikasi pemilik kendaraan dan bengkel terutama jika ada keluhan,".
Apa saja pemeriksaan yang harus dijalani mobil baru?
1. Sasis dan Suspensi
Bertujuan untuk memastikan semua baut sasis hingga area bawah mobil pemasangannya baik dan kencang.
Bambang : "Baut-baut dan klem penjepit selang jalur bahan bakar di kolong kendaraan jangan sampai lepas, berbahaya,".
Termasuk komponen rem terutama kampas akan di cek tingkat kepresisian, menyangkut daya cengkram dan standar keamanan. Komponen suspensi tak boleh terlewat dari pemeriksaan. Dengan patokan crosscheck dengan informasi langsung kepada pemilik menyangkut medan yang biasanya dilewati kendaraan.
Lanjut Bambang : "Kendaraan yang habitatnya jalan aspal dan di pedalaman standar operasional prosedur (SOP) pemeriksaan berbeda,".
2. Transmisi
Transmisi baik yang manual ataupun matik selama masa uji coba mencapai angka 1.000 kilometer, penting untuk diperiksa keadaannya. Pada transmisi manual oli transmisi dan fungsi pedal kopling jadi poin pemeriksaan yang didahulukan.
Menurut Bambang, keausan kampas kopling selama unit dalam masa inrayen dan salah satu yang wajib diperhatikan. Namun belum termasuk biaya perbaikan dan klaim garansi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Diskon Besar Alfamart April 2026, Ini Daftar Cemilan Murah yang Banyak Diburu
-
Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun
-
Pabrik Melamin Pertama dan Terbesar RI Resmi Dibangun di Gresik, Nilai Investasi Rp 10,2 T
-
Daftar Mobil Hybrid Paling Diminati Maret 2026 di Tengah Penurunan Penjualan Mobil Baru
-
Novel Damar Kambang, Mencari Kebebasan di Balik Tabir Adat
-
Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas
-
Tips Memilih Power Bank yang Aman Dibawa Naik Pesawat, Ini 5 Rekomendasi Terbaik
-
Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka
-
Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Lebihi 5,3 Persen
-
Manuver Putra Mahkota 'Raja Minyak' Lolos Jerat Korupsi Pertamina