Poptren.suara.com - Presiden Jokowi memberikan keyakinan bahwa situasi ekonomi di Indonesia akan tetap terang di tahun depan. Banyak lembaga Internasional yang memproyeksikan kondisi yang gelap, mereka sedang menggambarkan kondisi internal mereka.
Dalam pidatonya saat pembukaan Trade Expo Indonesia di Tangerang, Banten, Jokowi : "Meskipun lembaga-lembaga internasional menyampaikan tahun ini sulit, tahun depan akan gelap, itu silakan negara-negara lain, negara kita tetap optimistis,".
Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan. Hal itu ditunjukkan dengan sejumlah indikator ekonomi nasional yang menunjukkan tren positif secara konsisten. Pada kuartal kedua 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,44 persen. Meski berada di tengah resesi global, pertumbuhan ekomomi pada kuartal pertama juga mengalami kenaikkan yang cukup tinggi yakni sebesar 5,01 persen.
Jokowi : "Ini wajib kita syukuri. Kita termasuk negara yang memiliki growth pertumbuhan ekonomi paling tinggi di antara negara-negara G20 maupun negara-negara lainnya,".
Inflasi masih terkendali. Kendali aspeknya masih dipegang kuat oleh pemerintah. Kuartal kedua di tahun ini, inflasi masih berada di angka 4,9 persen. Bahkan pada waktu pemerintah memutuskan menaikkan harga BBM, lonjakan yang terjadi tidak begitu besar.
Lanjut Jokowi : "Inflasi masih bisa kita kendalikan. Silakan nanti dibandingkan inflasi kita dengan negara-negara lain,".
Dari sudut pandang neraca perdagangan, Indonesia mencatatkan surplus selama 29 bulan berturut-turut selama periode Januari hingga September 2022 dengan surplus yang mencapai USD39,8 miliar.
Jokowi : "Ini jumlah yang tidak sedikit. Ini juga berkat kerja keras bapak ibu sekalian,".
Pertumbuhan kredit pun alami kenaikkan yaitu sebesar 10,7 persen. Indeks tersebut berdasarkan dari kepercayaan konsumen, dan kini berada di angka cukup tinggi yakni 124,7 persen.
Baca Juga: Stagflasi Menjadi Ancaman, Apa Maksudnya?
Jokowi : "Jadi kita semua harus tetap optimistis,".
Semua hal positif yang disampaikan tersebut membuat IMF menyebut Indonesia sebagai lentera di tengah badai gelap yang melanda dunia dan mereka yakin Indonesia bisa bertahan dan memicu pemulihan hingga lingkup global.
Lanjut Jokowi : "Minggu lalu, managing director IMF mengatakan bahwa Indonesia adalah titik terang di tengah-tengah kesuraman ekonomi dunia. Ini yang ngomong bukan kita loh, ya, tapi Kristalina (Georgieva) Managing Director-nya IMF. Kan bagus kalau banyak yang menyampaikan seperti itu sehingga trust kepercayaan global terhadap kita akan semakin baik,".
Dibalik hal tersebut, Presiden tetap mengimbau seluruh kalangan dan pihak untuk waspada dan bersiap, karena bagaimanapun badai perekonomian dunia sulit diprediksi.
Jokowi menuturkan : "Kita harus tetap waspada, hati-hati, karena badainya sulit dihitung, sulit diprediksi, sulit dikalkulasi. Itu menyebar sampai ke mana, imbasnya ke kita seperti apa, tidak tahu,".
Bekerja ekstra keras harus menjadi makanan sehari-hari, terutama di lingkungan pemerintahan. Ia juga ingin jajarannya hanya fokus pada hal-hal yang bersifat makro.
Jokowi : "Ini berulang-ulang saya sampaikan, tidak bisa lagi kerja hanya makro saja. Kerja mikro juga masih belum cukup. Kerja sekarang harus lebih detil, dilihat satu per satu, dikejar, diselesaikan. Itulah kerja yang harus dilakukan oleh pemerintah saat ini,".
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai