Poptren.suara.com - Ikan Mujair memang menggoda. Diolah dengan disiram kuah kuning gurih atau hanya digoreng kering pun peminatnya antre. Ikan satu ini cukup mudah ditemukan, juga merupakan jenis ikan air tawar. Ikan ini dijual dengan harga yang cukup terjangkau.
Meskipun ikan merupakan salah satu sumber protein yang diperlukan tubuh, namun ikan Mujair bisa menjadi "mimpi buruk" bagi sebagian orang. Karena ternyata apabila terlalu banyak atau terlalu sering mengonsumsi ikan satu ini, dapat memicu resiko kanker.
Apa penyebab ikan ini disebut-sebut pemicu kanker? Apa alasannya? Dirangkum dari banyak sumber, berikut alasan kenapa ikan ini berpotensi memicu kanker.
1. Merupakan ikan ternak
Peternak ikan Mujair kebanyakan hanya fokus pada keuntungan dan mengesampingkan kualitas ikan. Apalagi bila ikan terebut di budidayakan di tempat dengan kondisi polusi yang tidak bisa dibilang 'aman'.
2. Mengandung zat kimia
Ikan Mujair yang dibudidayakan di peternakan umumnya diberi antibiotik. Serta tidak menutup kemungkinan terpapar pestisida, dimana seperti yang diketahui bahwa pestisida digunakan untuk memberantas hama tanaman. Sering ditemukan juga ikan mujair yang mengandung bahan kimia yang sama seperti yang ada pada plastik PVC, yaitu dibutyltin.
Sebuah artikel meyebutkan kandungan berbahaya itu akan menyebabkan obesitas, alergi, asma, dan gangguan metabolik lainnya.
3. Kadar lemak buruk terbilang tinggi
Baca Juga: Gelombang Tinggi, Persediaan Ikan di Pasaran Natuna Mulai Berkurang
Ikan Mujair yang hidup di alam liar memakan tumbuhan air dan algae. Tapi tidak dengan yang hidup di peternakan. Ikan Mujair di peternakan akan makan jagung dan pelet kedelai. Tidak sampai disitu, ikan juga diberi penggemuk, yang pada proses pemberiannya membuat ikan mengadung kandungan lemak yang tak baik bagi tubuh manusia.
Seperti kandungan asam lemak omega-6 yang sangat tinggi. Padahal, yang dibutuhkan tubuh manusia adalah asam lemak omega-3.
Ternyata kadar omega-6 pada ikan mujair lebih tinggi daripada satu porsi hamburger.
Ngeri juga!
4. Memicu kanker
Ikan Mujair seringkali tidak mendapatkan perawatan perikanan yang kurang tepat. Sehingga besar kemungkinan mengandung dioxin yang tinggi. Apa itu dioxin? Dioxin adalah racun kimiawi yang bersifat karsinogen atau memicu kanker, dan apabila masuk ke tubuh manusia, diperlukan waktu hingga 11 tahun untuk diyakini bahwa sel kankernya benar-benar bersih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Selisih Harganya Fantastis! Drone Shahed Iran Rp320 Juta vs Robot Anjing Polri Rp3 Miliar
-
Jelang Lebaran, Prabowo Larang Keras Menteri dan Pejabat Gelar Open House Mewah
-
YLBHI: Negara Wajib Ungkap Pelaku Teror Andrie Yunus dan Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan
-
Alami Patah Kaki, Riwayat Cedera Ole Romeny Bikin Timnas Indonesia Was-was
-
BYD Siapkan SPKLU Fast Charging di Posko Mudik Lebaran, Eksklusif untuk Konsumen
-
5 Rekomendasi Tempat Bukber Bersama Alumni Sekolah di Puncak Bogor untuk Ramadan 2026
-
K-Pop Bertemu Koplo, Uniknya Akulturasi Budaya di Film Terbaru Sheryl Jesslyn
-
Program MBG Genjot Produksi Keripik Tempe di Kampung Tempe Ngawi, Pelaku Usaha Senang!
-
Jangan Sampai Terjebak Macet! Cek 5 CCTV Online Tol Trans Jawa Sebelum Mudik Lebaran
-
Prabowo - Gibran Zakat di Istana! Baznas Gaspol Kejar Target Rp60 Triliun Demi Berantas Kemiskinan