Poptren.suara.com - Pernah dengar penyakit stroke? Stroke itu apa sih? Stroke adalah penyakit yang menyerang sistem saraf karena adanya gangguan aliran darah ke otak, retina, juga spinal yang ditandai dengan adanya gejala klinis yaitu defisit neurologis dan dapat menyebabkan cacat permanen atau bahkan kematian.
Data dari World Stroke Organization menyatakan, secara global, satu dari empat orang bisa terkena stroke selama rentang hidupnya, dan setiap dua detik di seluruh dunia, akan ada satu orang yang terkena stroke.
Mengutip dari beberapa laman kesehatan, apabila stroke menyerang bagian otak, maka akan menyebabkan kelumpuhan, bisa keseluruhan atau setengah tubuh. Apabila Spinal yang diserang, maka akan sebabkan kelumpuhan di bagian kaki atau tangan. Sedangkan bila menyerang retina, maka akan sebabkan kelumpuhan penglihatan, atau dengan kata lain buta mendadak.
Seseorang yang terserang stroke memiliki waktu yang sangat singkat untuk ditangani medis. Untuk itu, apabila mengalami tanda-tanda stoke, diharuskan segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk pertolongan pertama.
Stroke bisa ditangan dengan tepat bila pasien datang lebih cepat, dan kesempatan untuk selamat dari stroke lebih besar.
Secara umum gejala stroke yang dialami banyak orang adalah bentuk wajah tidak simetris, lengan tangan yang lemah, dan susah untuk berbicara. Maka, jika terjadi salah satu dari tiga gejala tersebut, segera pergi ke rumah sakit.
Agar gejala stroke lebih mudah diingat oleh masyarakat, ada singkatan untuk gejala stroke yang dibentuk menjadi slogan. Slogan tersebut berbunyi ‘SeGeRa Ke RS’, yang artinya :
Se = Senyum tidak simetris atau mencong ke satu sisi
Ge = Gerak separuh anggota tubuh melemah secara tiba-tiba
Baca Juga: BPOM Temukan Jutaan Obat Herbal Mengandung Viagra, Padahal Bisa Bikin Stroke dan Meninggal
Ra = tiba-tiba sulit bicaRa atau sulit mengucapkan kata dengan jelas
Ke = Kebas atau Kesemutan separuh tubuh
R = Rabun atau pandangan kabur tiba-tiba
S = munculnya Sakit kepala yang hebat.
Jika megalami salah satu gejala tersebut, maka segeralah ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan yang optimal, sehingga bisa memperkecil resiko kelumpuhan pada tubuh, koma, bahkan kematian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus