Poptren.suara.com - Makan siang adalah kegiatan menyenangkan bagi banyak orang karena merupakan waktu untuk istirahat sejekan dari pekerjaan. Sambil makan, sambil berbincang dengan kawan. Setelah makan siang, saatnya kembali bekerja.
Ketika bekerja, selalu saja kantuk menyerang, padahal makan siang membantu tubuh menambah energi. Hal ini menimbulkan pertanyaan, kenapa setelah makan siang selalu mengantuk ? Besar kemungkinan karena porsinya yang banyak.
Laman Cleveland Clinic menuliskan makan dengan porsi sedikit dan sering lebih disarankan daripada makan sekali dengan jumlah banyak karena akan menyebabkan tubuh lebih sulit mencerna makanan yang dikonsumsi. Semakin banyak porsi makanannya, maka tubuh akan semakin mengantuk.
Mengatuk setelah makan siang ternyata adalah hal normal dan bisa terjadi pada siapa pun. Sebenarnya ada jenis makanan yang bisa dihindari ketika makan siang, dan makanan tersebut adalah :
1. Makanan yang mengandung karbohidrat
Contohnya nasi atau roti. Padahal makan siang tanpa nasi atau roti rasanya belum lengkap. Ternyata konsumsi karbohidrat saat makan siang bisa membuat tubuh lebih cepat mengantuk. Seperti yang dikutip dari laman Medical News Today, konsumsi karbohidrat membuat tubuh memproduksi serotonin yang bertugas untuk mengatur suasana hati dan siklus tidur.
Penelitian yang disarikan oleh WebMD bahkan memaparkan bahwa orang-orang yang mengonsumsi karbohidrat, seperti nasi, akan bisa tidur lebih cepat.
Hanya perlu waktu 15 menit untuk bisa tertidur setelah mengonsumsi karbohidrat. Selain nasi dan roti, masih ada beberapa makanan yang kaya akan karbohidrat yang perlu dihindari agar tidak mengantuk di siang hari, seperti :
- pasta
Baca Juga: Bocornya Protein pada Ginjal Sebabkan Gagal Ginjal Akut, Benarkah?
- kue kering
- permen
- jagung
2. Makanan dengan protein
Makanan yang kaya protein adalah triptofan yang mendorong tubuh memproduksi serotonin. Makanan kaya akan protein yang perlu dihindari, seperti :
- telur
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
Ditentukan Malam Ini: Hitung-hitungan Emil Audero dan Cremonese Lolos Degradasi Serie A
-
Kudus dan Malang Lahirkan Juara Baru, Coach Timo Kantongi Nama Calon Pemain untuk MLSC All-Star
-
Polisi Patroli Skala Besar Antisipasi Begal Hingga Tawuran