Poptren.suara.com - Ginjal termasuk salah satu organ tubuh yang vital. Tidak heran bila penyakit yang berkaitan dengan ginjal dapat berujung kematian dan menjadi "mimpi buruk" bagi banyak orang. Kerusakan pada ginjal bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang tidak bisa diremehkan.
Doker Zubairi Djoerban, melalui akun Twitter miliknya @ProfesorZubairi, menjelaskan salah satu ciri ginjal mengalami kerusakan dapat dilihat dari adanya busa pada urine karena adanya kebocoran protein. Untuk mengetahui apakah ada kerusakan pada ginjal seseorang bukan hal sulit.
Salah satu cara mudah untuk mengetahuinya adalah rutin memeriksakan urine.
Pemeriksaan urine secara rutin, dapat membantu untuk mengetahui dan melihat apakah kandungan albumin yang ada di dalam urine tersebut masih dalam kadar normal atau tidak. Albumin apa sih? Albumin adalah sejenis protein pada darah yang bertugas untuk membentuk plasma darah, menjaga tekanan pada pembuluh darah dan mengangkut za-zat seperti hormon atau obat-obatan.
Jika kadar Albumin dalam urine tinggi, maka dipastikan ada masalah pada ginjal. dalam cuitannya, Zubairi menuliskan : ... "Nanti akan ketahuan apakah ada albumin di urine. Positif berapa? Positif 1, 2, atau 3 atau 4. Kalau 4 berarti ada bocor ginjal yang berat," ...
Untuk lebih memastikan, tampung urine dalam wadah dan diamkan selama 24 jam kemudian bawa ke laboratorium dan nantinya urine akar dilihat, diukur ada berapa jumlah gram kebocoran dalam waktu 24 jam.
Masih dalam cuitannya di Twitter, menurut Zubairi, normalnya berada kurang dari 150. Apabila mencapai angka 500, itu sudah masuk fase serius. Mencapai angka 1000, itu artinya sudah parah.
Seperti yang sudah diketahui dan menjadi perbincangan saat ini, kasus gagal ginjal akut telah menghantui anak-anak di Indonesia. Sebanyak 206 anak terkena gagal ginjal akut, dengan 99 di antaranya meninggal dunia, berdasarkan data sampai tanggal 18 Oktober 2022.
Deteksi kondisi urine bissa dilakukan sejak dini. Apabila ada kelusakan pada ginjal maka produksi urine akan berkurang. Hal itu menyebabkan freuensi buang air kecil menjadi berkurang. Umumnya bila seseorang dalam kondisi sehat, frukensi buang air kecil adalah sebanyak 5-6 kali dalam sehari.
Baca Juga: Final Denmark Open 2022: Fajar / Rian Menangi Perang Saudara Lawan Kevin / Marcus
Jika kurang dari itu, segeralah ke dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan