/
Senin, 12 Desember 2022 | 10:49 WIB
Ilustrasi mengisi oli mobil (Freepik)

Poptren.suara.com - Ada satu kebiasaan yang umum dilakukan pemilik mobil, yaitu gonta ganti merek oli mobil. Ternyata kebiasaan tersebut bukan hal yang direkomendasikan. Kenapa ? Karena dapat merusak mesin. Dikatakan dapat merusak mesin, sebab setiap merek memiliki kandungan aditif dan spesifikasi yang berbeda.

Sering gonta ganti merek oli memiliki efek jangka panjang, bukan efek jangka pendek. Apabila dalam kondisi mendesak, boleh ganti merek oli mobil sekali atau dua kali saja. Disarankan untuk jangan mencoba semua merek oli hanya demi mengetahui performanya.

Meskipun sama-sama memiliki aditif dan berbahan dasar minyak, namun setiap merek pelumas punya komposisi yang berbeda. Maka dari itu mengganti oli lebih disarankan menggunakan satu merek dan spesifikasi yang sama. Jika terus terusan gonta ganti merek oli, bisa menimbulkan gumpalan pada pelumas yang otomatis mengganggu sistem pelumasan.

Gumpalan itu darimana ? Gumpalan terjadi karena adanya deformasi material yang disebabkan sisa-sisa oli lama yang tak dikeluarkan dari dalam carter, yang kemudian bereaksi dengan oli baru dan berubah menjadi kerak. Kerak tersebut dapat menimbulkan endapan di pompa oli dan membuat giginya mengalami kerusakan. Artinya, secara otomatis oli tidak akan naik ke ruang mesin.

Bila hal tersebut telah terjadi, kerusakan pada area head, terutama noken as, akan memicu gesekan berlebih. Apabila dibiarkan teru-terusan, bukan hanya tenaga yang kurang maksimal, tapi piston hingga mesinnya bisa jebol. Efeknyanya, biaya perbaikan dan perawatan membengkak.

Disarankan kepada pemilik mobil, pilihlah oli yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan, karena setiap kendaraan punya spesifikasi oli yang berbeda. Umumnya spesifikasi AE  dan kandungan aditif yang dibutuhkan setiap mesin akan berbeda-beda meski cc-nya sama, ditambah dari pabrik sudah punya perhitungan sendiri. JAdi, disarankan untuk ikuti "buku panduan" nya, jangan asal.

Load More