Poptren.suara.com - Memelihara ikan dapat menjadi hobi yang menyenangkan dan bermanfaat bagi banyak orang. Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk memelihara ikan, seperti keindahan dan kebahagiaan yang diberikan oleh ikan dalam akuarium.
Lain itu ada manfaat relaksasi yang didapatkan dari melihat ikan berenang, serta manfaat kesehatan yang didapatkan dari memelihara ikan.
Namun, beberapa orang memilih untuk tidak menjual ikan mereka meskipun mereka memiliki banyak ikan yang dapat dijual. Ada beberapa alasan mengapa seseorang mungkin enggan menjual ikan mereka, seperti keterikatan Emosional.
Beberapa pemilik ikan merasa terikat secara emosional dengan ikan mereka. Ikan-ikan ini mungkin telah menjadi teman yang setia dan menemani mereka selama bertahun-tahun.
Karena itu, pemiliknya mungkin merasa sulit untuk menjual ikan-ikan tersebut. Sementara ada pula yang menginginkannya untuk dijadikan koleksi pribadi.
Seperti pada unggahan video yang diunggah akun Youtube @Bang Fish. Digambarkan saat itu ada seorang pemilik ikan jenis Channa Marulioides Borneo--yang dinamai Si Mbah--enggan melepas ikan piaraannya meski telah ditawar Rp50 juta tunai ditambah sepeda motor klasik berjenis Yamaha F1ZR.
"Ini udah piara dari kecil, udah kayak temen," kata sosok yang disebut bernama Danang itu.
Ditegaskan lagi oleh sang pembeli, "Nggak dijual?"
"Nggak," tegas Danang.
Baca Juga: Heboh Ikan Pari Purba Raksasa yang Masih Hidup di Sungai-Sungai Indonesia Hingga Kini
Bahkan terlihat, sang penjual belum tergiur dengan segepok uang yang berada di depan matanya yang disodorkan oleh sang pembeli untk melepas 'Si Mbah'.
Video ini mungkin menggambahkan bahwa banyak alasan mengapa seseorang mungkin enggan menjual ikan piaraan mereka, tentunya dengan berbagai pertimbangan meski ada yang berani menawar dengan harga fantastis.
Yang jelas, memelihara ikan dapat memberikan banyak manfaat dan kebahagiaan, tidak hanya bagi pemiliknya, tetapi juga bagi ikan itu sendiri.
Tentang Channa Marulioides
Channa marulioides adalah salah satu spesies ikan gabus yang berasal dari Asia Tenggara, terutama ditemukan di wilayah Sungai Kapuas dan Sungai Barito di Indonesia. Ikan ini memiliki warna yang indah dan menarik, dengan corak belang-beling hitam dan putih pada bagian perut dan kebiruan pada bagian punggungnya.
Selain itu, Channa marulioides juga memiliki gigi yang tajam dan kuat serta dapat mencapai panjang tubuh hingga 60 cm.
Ikan ini masuk ke dalam golongan ikan predator dan memakan ikan kecil serta hewan lainnya di lingkungannya. Ikan ini membutuhkan akuarium yang cukup besar dan ditempatkan secara sendirian atau dengan ikan lain yang ukurannya sebanding.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar
-
Gentengisasi Dorong Pertumbuhan UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal
-
Didukung KUR BRI, Usaha Genteng Keluarga di Majalengka Terus Berkembang
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Permintaan Genteng Meningkat, Pengrajin Majalengka Butuh Tambahan Tenaga Kerja