News / Nasional
Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:25 WIB
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat Peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026). (ANTARA/YouTube/BPMI Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto mengecam potongan komisi 20 persen bagi pengemudi ojek daring dalam peringatan May Day 2026 di Jakarta.
  • Presiden menetapkan kebijakan bahwa potongan komisi perusahaan aplikator harus diturunkan menjadi di bawah 10 persen demi kesejahteraan pengemudi.
  • Presiden memberikan ultimatum kepada perusahaan aplikator untuk mematuhi kebijakan pemerintah jika ingin tetap menjalankan operasional bisnis di Indonesia.

Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada perusahaan aplikator transportasi daring (ojek online/ojol) saat berpidato dalam perayaan May Day 2026 di Monas, Jakarta.

Ia menegaskan, bahwa potongan komisi atau setoran sebesar 20 persen yang selama ini dibebankan kepada pengemudi sangat tidak adil dan tidak manusiawi.

Di hadapan ribuan buruh dan pengemudi ojol yang hadir, Prabowo menyatakan keprihatinannya atas risiko tinggi yang dihadapi para pekerja di jalanan setiap hari, yang menurutnya tidak sebanding dengan potongan besar yang diambil oleh perusahaan aplikator.

"Saudara-saudara, ojol! Ojol kerja keras. Ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari. Aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Di mana ojol setuju 20 persen?" tanya Presiden yang langsung disambut teriakan "Tidak!" dari massa buruh, Jumat (1/5/2026).

Ia kemudian melakukan dialog terbuka dengan massa untuk menentukan angka potongan yang dianggap adil.

Saat massa mengusulkan angka 10 persen, Presiden justru memberikan pernyataan yang mengejutkan. Secara tegas, ia meminta angka yang lebih rendah dari permintaan para pengemudi tersebut.

"Bagaimana 15 persen? Berapa? 10? Kalian minta 10 persen? Iya? Saya katakan di sini saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen!" tegas Prabowo.

Dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan tegas, Presiden menyentil ketimpangan antara kerja keras pengemudi di lapangan dengan keuntungan yang diraup perusahaan penyedia aplikasi.

"Enak aja lo. Lo yang keringat, dia yang dapat duit. Sorry aja ya," cetus Presiden dengan nada menyindir yang ditujukan kepada para pemilik perusahaan aplikator.

Baca Juga: Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan

Tak berhenti di situ, Prabowo menutup pernyataannya dengan sebuah ultimatum keras.

Ia memperingatkan perusahaan aplikator agar mengikuti kebijakan pemerintah terkait kesejahteraan pekerja jika ingin tetap beroperasi di tanah air.

"Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia," pungkasnya.

Load More