Poptren.suara.com - Sejumlah turis yang berkunjung di Bali semakin berulah dan membuat warga di pulau Dewata tersebut kesal dan marah. Ramainya tingkah laku turis asing yang bertindak semau mereka seperti tidak mau mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan visa wisata untuk bekerja, menodai tempat suci dan berbagai aksi lainnya yang membuat geram menjadi sorotan tajam masyarakat.
Tak hanya itu saja diduga banyak Warga Negara Asing (WNA) yang berwisata di Bali juga kini mulai membuka usaha secara ilegal alias tanpa adanya surat izin usaha serta memalsukan dokumen maupun kartu identitas mereka. Demi menghindari semakin berulahnya para turis asing ini, pemerintah Bali akhirnya mengambil langkah cepat. Gubernur Bali, Wayan Koster mengirimkan surat kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) untuk mencabut Visa on Arrival (VoA), khususnya bagi turis berkebangsaan Rusia dan Ukraina.
“Saya juga sudah bersurat kepada bapak Menteri Kumham, dengan tembusan kepada Menlu untuk mencabut visa on arrival bagi warga Rusia dan Ukraina yang ingin ke Bali,” kata Koster saat konferensi pers di Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Minggu (12/3/2023).
Menurut Koster, saat ini ada 86 negara di dunia yang diizinkan untuk menerapkan Visa on Arrival. Alasan Koster lebih mengutamakan dua negara itu, karena menurutnya efek perang kedua negara tersebut, menyebabkan banyaknya warga negara tersebut datang ke Bali, bukan hanya untuk berlibur tetapi juga bekerja.
“Karena dua negara ini lagi berperang sehingga nggak nyaman di negaranya, banyak ramai-ramai datang ke Bali, termasuk yang berwisata ke Bali untuk bekerja. Di negara lain kita tidak lakukan itu, karena pelanggarannya tidak sesignifikan yang dilakukan negara itu,” bebernya
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sempat viral para pengusaha rental motor lokal di Bali mengeluhkan adanya bule yang juga membuka rental motor serupa . Hal ini berdampak pada pemasukan usaha rental motor milik warga di Bali semakin berkurang karena semakin banyaknya pelanggan yang beralih untuk menggunakan jasa rental yang dimiliki WNA.
Tag
Berita Terkait
-
BREAKING NEWS Rektor Universitas Udayana Tersangka Kasus Dugaan Korupsi SPI
-
Sepak Terjang Gubernur Koster, 'Galak' Minta Turis Jangan Datangi Bali Jika Tak Suka Kokok Ayam
-
Ketinggalan Pesawat Dan Kehabisan Ongkos di Bali, WN Australia Ini Akhirnya Dideportasi
-
3 PSK Asal Rusia Beraksi di Villa Seminyak Langsung Dideportasi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Shokz OpenFit Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Headphone Open-Ear Canggih dan Baterai 50 Jam
-
Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh
-
Tanpa Babibu, Tiba-Tiba Banget Hellcrust Balik Lagi Lepas Singel Baru
-
Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain
-
Pertama di Kunjungan Luar Negeri, Prabowo Pakai Maung di KTT ke-48 ASEAN 2026 di Filipina
-
Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah
-
Fans Timnas Merapat Rizky Ridho Hadir di Game Total Football VNG
-
Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh
-
Pelajaran Persija Usai Dikalahkan Persib di Pertemuan Pertama, Mauricio Souza: Dilarang Kartu Merah
-
Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks