Poptren.suara.com - Manusia membutuhkan protein agar gizi seimbang dan kesehatan terjaga. Pentingnya protein bukan berarti mengonsumsi protein melebihi yang disarankan, karena porsi protein setiap manusia tidaklah sama. Protein yang berlebihan justru tidak disarankan.
Laman Kementerian Kesehatan RI menuliskan fungsi protein pada tubuh ialah membentuk jaringan dalam masa pertumbuhan dan perkembangan tubuh, memelihara jaringan tubuh serta memperbaiki dan mengganti jaringan yang rusak atau mati. Perlu diketahui bahwa angka rata-rata kecukupan protein bagi masyarakat Indonesia sebesar 57 gram per orang dalam sehari.
Apabila protein berlebih maka akan muncul efek samping yang merugikan untuk kesehatan. Laman Eating Well dan laman Healthshots menjelaskan tanda-tanda kelebihan protein yang perlu diwaspadai, diantaranya :
1. Sering buang air kecil
Hal ini disebabkan oleh penumpukan limbah berlebih dari makanan yang terlalu banyak protein dan menciptakan lingkungan yang jauh lebih asam.
2. Dehidrasi
Jika konsisten dan berlebihan mengonsumsi protein dalam jangka waktu yang lebih lama, maka dapat menyebabkan dehidrasi.
3. Meningkatkan stres
Protein yang terlalu tinggi tapi rendah lemak dapat meningkatkan risiko stres pada orang dewasa yang sehat.
Baca Juga: Sedang Ingin Membentuk Otot? Ini Jumlah Asupan Protein yang Kamu Butuhkan
4. Berat badan naik
Ketika tubuh kelebihan protein, maka protein disimpan dalam bentuk lemak dan beresiko tinggi menaikkan berat badan.
5. Sembelit
Diet protein tinggi yang rendah serat dan rendah karbohidrat dapat dengan mudah menyebabkan masalah pencernaan, seperti sembelit, mual, dan diare. Tidak menutup kemungkinan pula mengalami kram dan kembung.
6. Bau mulut
Tingginya jumlah protein yang dikonsumsi membatasi asupan karbohidrat yang mengakibatkan kurangnya asupan karbohidrat yang dapat diserap tubuh untuk menghasilkan energi dari sumber lain dan akhirnya menyebabkan produksi bahan kimia yang dapat menimbulkan bau tidak sedap.
Perlu diingat, tubuh dengan kelebihan protein dalam jangka waktu lama dapat membebani ginjal, hati, dan tulang, serta berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung bahkan kanker.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
3 Rekomendasi Makanan Pembuka Buka Puasa Agar Tubuh Tak Syok
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Dari Era 800-an, Ratusan Golok Dipamerkan di Bogor Menuju Warisan Dunia UNESCO
-
Polisi Bongkar Penyelundupan Ganja 15,5 Kg dari Jakarta Hingga Pamulang
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Kasus Pengoplosan Elpiji 3 Kilogram di Bangka Terungkap, Bagaimana Pengawasan Distribusinya?
-
Meriah! Warga Cipadung Sukaresmi Gelar Turnamen Bulutangkis Gendongan Unik
-
CEK FAKTA: Purbaya Laporkan Puan Terkait Korupsi Uang Ratusan Triliun, Benarkah?
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama