/
Minggu, 30 Juli 2023 | 16:00 WIB
Ilustrasi Dokter Boyke (Istimewa)

Poptren.suara.com - Baru-baru ini viral soal seorang ABG yang melakukan masturbasi dengan cara yang agak berbeda dari yang lainnya.

Di mana dalam sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @andiazrha02, yang menggambarkan seorang ABG melakukannya dengan botol minyak telon. Unggahan itu telah ditonton sebanyak 526.6 ribu serta ribuan komentar. 

Seperti yang kita tahu, memang ada beberapa alat bantu yang dapat membantu seseorang untuk memuaskan dirinya sendiri.

Namun, terkadang karena keterbatasan ekonomi membuat seseorang tidak mampu membeli alat bantu membuat mereka memakai barang seadanya yang bentuknya mirip.

Tangkapan layar video ABG yang masturbasi menggunakan minyak telon. (sumber: TikTok)

Lalu apa bahayanya?

Dokter Boyke yang dikenal sebagai seksolog pun memberikan penjelasan mengenai bahayanya menggunakan alat bantu yang tidak jelas dan asal-asalan.

Menurut Dokter Boyke, benda-benda seperti itu bisa saja tidak bersih/higienis dan dapat menyebabkan infeksi. Apalagi beberapa benda ada yang memiliki sudut atau sisi yang tajam dan tentu akan beresiko melukai alat genital.

Selain itu, beberapa benda juga dibuat dengan bahan-bahan yang belum tentu ramah dengan alat vital yang kita tahu lebih sensitif. Sehingga bisa saja muncul gangguan hingga dampak-dampak yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Jika dalam kasus ini menggunakan botol minyak telon, maka bisa saja minyak telon itu telah dipegang oleh banyak orang berbeda.

Baca Juga: Bisakah Hamil Tanpa Berhubungan Intim ? Ini Jawaban Dokter Boyke

Jika melihat kasus ini di mana pelakunya adalah seorang bocah SMP, maka di sini membuktikan betapa pentingnya edukasi soal seks.

Pentingnya mengajarkan mereka untuk mengontrol diri dan gairah seks supaya tidak melenceng yang nantinya hanya akan memberi dampak buruk ke diri sendiri. Kasus ini jadi contoh gagalnya edukasi seks.

Dokter  Boyke pun berpendapat sama di mana kasus ini menjadi bukti betapa minimnya edukasi seks. Di mana harus diajarkan sejak dini, supaya ketika mereka memasuki usia remaja di mana gairah seks sedang tinggi-tingginya, mereka sudah memiliki bekal pengetahuan yang cukup.

Load More