Poptren.suara.com - Diabetes sudah tidak asing di telinga generasi muda. Diabetes merupakan penyakit gangguan metabolik yang bisa menyerang siapa saja, tidak pandang usia ataupun jenis kelamin.
Sebagai informasi, Federasi Diabetes International atau IDF pada tahun 2021 mencatat sekitar 536 juta penyandang diabetes di dunia mulai dari usia 20 hingga 79 tahun. Diabetes dikenal dengan banyak faktor, salah satunya faktor keturunan. Tidak hanya itu, faktor lain seperti gaya dan pola hidup seperti mengonsumsi makanan manis, makanan cepat saji, banyak berdiam diri dan jarang olahraga juga berpengaruh terhadap risiko diabetes di usia muda.
Pada usia muda, diabetes juga ada gejalanya dan tidak jauh berbeda dari yang dialami pada orang-orang usia lanjut. Sayangnya generasi muda cenderung mengabaikan gejala tersebut dan dianggap bukan hal yang serius. Padahal jika gula darah tidak terkontrol, risiko komplikasi seperti tidak sadarkan diri, penyakit jantung hingga stroke akan meningkat.
Laman diabetes.org.uk menuliskan beberapa gejala diabetes usia muda, seperti :
1. Lebih mudah haus
2. Mudah merasa lelah dan mengantuk
3. Sering buang air kecil terutama pada malam hari
4. Alat kelamin terasa gatal
5. Berat badan turun walaupun tidak diet
Baca Juga: Puasa Intermiten: Solusi Baru untuk Mengendalikan Diabetes Tipe 2
6. Rasa lapar terus-menerus
7. Luka atau kulit yang sobek sulit sembuh
8. Pandangan mata sering kabur.
Apabila mengalami satu saja dari gejala-gejala diatas, segeralah periksa ke dokter, tujuannya untuk mengetahui kadar gula darah dalam tubuh. Pemeriksaan ke dokter biasanya meliputi tes gula darah sewaktu, tes gula darah puasa, tes toleransi glukosa, hingga tes HbA1C atau dikenal juga dengan glycated hemoglobin test.
Laman Naomedical memaparkan hingga saat ini masih belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan diabetes, tapi ada cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol kondisinya bila terdiagnosis diabetes di usia muda, sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
Perlu diingat, perawatan diabetes meliputi pemberian obat-obatan atau terapi insulin, dan hal tersebut tergantung kondisi diabetesnya. Selain obat-obatan, penerapan gaya hidup sehat juga diperlukan. Seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin olahraga dan yang tidak kalah penting adalah memonitor kadar gula darah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
5 Rekomendasi Sepatu Gunung Lokal Terbaik 2026 dan Harganya
-
6 Fakta Miris Kapasitas TPA Sarimukti yang Habis di 2026
-
Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini
-
Intip Harta Kekayaan Dadan Hindayana yang Capai Rp9 Miliar
-
Klasemen Grup A Piala AFF U-19: Indonesia Sapu Bersih, Tapi Masih di Bawah Vietnam
-
Mengapa Kasus Noven Mandek Bertahun-tahun?
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
Bandung Raya Siaga Satu! TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Total Oktober 2026
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan