"Eh mami dimatiin, Lolly lagi nge-live," kata Lolly.
"Buka pintu, Lolly pindah sini air listrik naik banyak. Demi Tuhan saya bayar," kata Mami Eda.
Mendengar itu Lolly memasang ekspresi terkejut. Namun ia mencoba tertawa.
"Jadi mami tuh paling nggak suka kalau udah pagi masih lihat lampu nyala. Soalnya di sini air dan listrik mahel banget guys," lanjut Lolly dalam livenya.
Meski Nikita Mirzani sudah sesumbar tak mau menerima kehadiran Lolly di rumahnya, Nikita Mirzani rupanya tak terima anaknya kena omel.
"Terus sekarang mau mengeluh soal lampu, bayar mahal semenjak anak itu tinggal di situ?" kata Nikita Mirzani.
"Ya resiko lo yang nampung, jangan marahin tuh anak," sambungnya.
Nikita Mirzani pun menyebut bahwa tak ada yang boleh memaki anaknya kecuali dirinya.
"Gue ya bagaimana pun anak itu sudah kurang ajar ke saya," kata Nikita Mirzani.
Baca Juga: Bukan Tutup Aib, Nikita Malah Kuliti Tabiat Putri Kandungnya: Lolly Suka Memaki Semua Orang
"Tidak ada yang boleh maki dia, yang boleh maki itu cuma saya ibunya," sambungnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran
-
Apakah Benar Anak Dibawah 16 Tahun Tidak Boleh Main Medsos? Ini Penjelasannya
-
Lautan Manusia di Pangandaran: 250 Wisatawan Terpisah dari Keluarga hingga Teror Kehilangan Barang
-
Minyak Mahal, Pendidikan Terancam? Membaca Masa Depan Indonesia di Tengah Gejolak Energi Global
-
Pembersihan Lumpur dan Rehabilitasi Sawah Terus Diakselerasi Satgas PRR
-
Tancap Gas! Satgas PRR Serahkan 120 Rumah kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
-
Darah di Balik Botol Intisari: Cekcok 'Kurang Bayar' Berujung Maut di Lingkar Selatan Sukabumi
-
Wacana WFH ASN: Solusi Hemat BBM atau Celah untuk Long Weekend?
-
Maut Menjemput di Arus Balik Sukabumi: Gagal Menyalip, Nyawa Perempuan Melayang di Kolong Truk
-
Detik-detik Dramatis Evakuasi Toha Rosid, Buruh Ciamis yang Tersengat Listrik di Tumpukan Baja