PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF), anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk yang bergerak di bidang perawatan pesawat, berhasil meraih predikat Juara 1 untuk kategori Perusahaan Private Non Keuangan Non Listed pada ajang Annual Report Award 2015 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian BUMN, Bank Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak, Komite Nasional Kebijakan Governance, PT Bursa Efek Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia. Penghargaan Juara 1 Annual Report Award ini diterima oleh Direktur Utama GMF Juliandra Nurtjahjo pada ajang Malam Penganugerahan Annual Report Award 2015 di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan RI pada Selasa, 27 September 2016.
“Kami sangat bersyukur atas keberhasilan GMF ini. Kemenangan ini memang menjadi salah satu target perusahaan kami yang juga dituangkan dalam RKAP 2015. Kami berharap Annual Report yang kami sampaikan ini dapat menjadi media untuk mengungkapkan praktek Good Corporate Governance dalam keberlanjutan usaha kami,” kata Juliandra dalam siaran pers, Rabu (28/9/2016).
Juliandra menambahkan, Annual Report yang disampaikan ini diharapkan menjadi media komunikasi kepada masyarakat atas kinerja dan prospek usaha GMF kedepannya. Beliau juga mengatakan bahwa keikutsertaan GMF dalam ajang Annual Report Award ini merupakan wujud komitmen GMF dalam menciptakan keterbukaan informasi sebagai bagian dari praktik tata kelola perusahaan yang baik di dalam menjalankan bisnisnya.
Saat ini GMF tengah mewujudkan usahanya untuk mencapai visi di tahun 2020 sebagai Top 10 MRO in the world. Kemenangan GMF ini menjadi salah satu wujud usaha GMF untuk mencapainya. Dengan mempunyai Laporan Keungan Tahunan yang baik dan terpercaya maka GMF mampu meningkatkan reputasinya di masyarakat pada umumnya dan memperkuat keberadaannya di industri aviasi dan MRO khususnya.
Dalam kategori Perusahaan Private Non Keuangan Non Listed di Annual Report Award 2015 ini, dari 42 peserta di kategori ini GMF bersaing dengan beberapa perusahaan yaitu PT Pertamina Drilling Services yang meraih Juara 2, dan PT Pupuk Kalimantan Timur yang meraih Juara 3.
GMF telah mengikuti ajang Annual Report Award sejak tahun 2006, dan hampir setiap tahunnya masuk dalam nominasi pemenang. Sementara untuk perolehan juara selama ini GMF meraih Juara 3 kategori Perusahaan Private Non Keuangan Non-Listed di tahun 2009, 2010, 2012 dan 2014. Selain kompetisi yang diselenggarakan di dalam negeri, GMF juga telah mengikuti beberapa kompetisi Annual Report tingkat dunia misalnya Spotlight Award dan Vision Award. Pada tahun 2014, GMF berhasil meraih Juara 1 Vision Award yang diselenggarakan oleh LACP Amerika.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara