PT Kereta Api Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mendorong pertumbuhan bisnis melalui beragam lini bisnis dan layanan yang ditawarkan salah satunya melalui angkutan kereta api kontainer. Saat ini, KALOG tengah melakukan ekspansi dengan menawarkan relasi baru angkutan kontainer Sungai Lagoa (SAO) - Semarang Pethek (SMC) dan Kalimas (KLM) – Semarang Pethek (SMC). Layanan ini dioperasikan perdana pada Selasa (20/9/2016) dan telah diberangkatkan dari Kalimas (KLM) pukul 03.15 WIB.
Direktur Operasi dan Pemasaran KALOG, Sugeng Priyono mengatakan setelah sebelumnya KALOG menghubungkan arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok melalui Stasiun JICT menuju CDP, KALOG terus melakukan ekspansi. "Salah satunya dengan menyediakan layanan distribusi angkutan kontainer menuju Semarang baik dari Jakarta maupun Surabaya. Saat ini, porsi terbesar distribusi barang ke Semarang masih dilayani trucking. Sehingga layanan ini langsung mendapat tanggapan positif dari pasar,” kata Sugeng dalam keterangan resmi, Selasa (20/9/2016).
Sugeng Priyono melanjutkan bahwa KALOG optimis layanan tersebut mampu berkembang dengan potensi angkutan dari dan ke Semarang sekitar 400 Teus per bulan. Hal tersebut salah satunya didukung oleh kondisi Semarang yang strategis termasuk tersedianya Terminal Petikemas Semarang di Pelabuhan Tanjung Emas.
Pada tahap awal, KALOG akan melayani angkutan kontainer kosong untuk memastikan dan mengevaluasi kelancaran operasional dengan jadwal perjalanan tiga kali seminggu dengan pola operasi SAO – SMC – KLM – SMC – SAO. Angkutan tersebut akan diberangkatkan bersama dengan rangkaian Kereta KALOG 2 (dua) relasi Sungai Lagoa – Kalimas (PP) stamformasi 30 GD dimana rangkaian 10 GD atau setara dengan 20 TEUS akan diberhentikan di Stasiun Semarang Pethek dan rangkaian 20 GD lainnya akan dilanjutkan ke stasiun akhir (SAO/KLM).
"Ke depan, KALOG akan melayani angkutan kontainer bermuatan isi setelah memastikan kegiatan operasional berjalan lancar," tutup Sugeng.
Selain merupakan langkah strategis Perusahaan, angkutan KA Kontainer SAO – SMC dan KLM – SMC tersebut juga merupakan wujud komitmen Perusahaan dalam berkontribusi terhadap kelancaran sistem logistik nasional khususnya Jawa Tengah dan sekitarnya.
PT Kereta Api Logistik (KALOG) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi Pelanggan kereta api yang didukung dengan layanan pra dan purna. Sejauh ini, KALOG fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga
-
BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah
-
Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?
-
Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM
-
Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham
-
Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI
-
Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita
-
India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!
-
Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru
-
Apa-apa Serba Naik, Kini Pemerintah Kerek Harga Sapi Hidup Jadi Rp59 Ribu/Kg