Suara.com - Setelah berhasil membuat kincir angin sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Bayu pada tahun 2014, Tim Pengabdi dari Departemen Teknik Mesin Universitas Indonesia yang dipimpin Prof. Dr. Adi Surjosatyo, kali ini mengembangkan daerah ekowisata di Kampung Bungin, Muara Gembong, Bekasi.
"Saat ini sudah ada tiga kincir angin. Keberadaan kincir angin tersebut untuk memenuhi kebutuhan turbin angin yang menghasilkan energi listrik," ujar Guru Besar Fakultas Teknik Mesin Universitas Indonesia Prof. Dr. Adi Surjosatyo, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut ia memaparkan kawasan ekowisata yang dimaksud adalah kawasan wisata alami yang dilakukan dengan tujuan mengkonservasi lingkungan dan melestarikan kehidupan dan kesejahteraan penduduk setempat.
Kegiatan ekowisata lebih mengutamakan pada usaha-usaha dalam skala kecil dan menekankan pada kepentingan pelestarian lingkungan dan sosial masyarakat setempat.
"Kami saat ini fokus pengolahan hasil laut yang bernilai tambah sehingga nantinya dapat menambah penghasilan warga sekitar," tambah Prof. Adi.
Setelah masyarakat menerima program ini, tantangan lain tim adalah membuat program terjaga sustainabilitasnya. Ia menyadari perlunya suatu skema kegiatan bisnis masyarakat dengan kincir angin sebagai inti utama program.
Tak hanya itu Prof. Adi juga mendorong kerja sama berbagai instansi dan lembaga swasta dengan Pusat Energi Terbaharui Fakultas Teknik UI (TREC FTUI) dalam pengembangan program turbin angin.
Ia mengatakan bahwa saat ini, sudah terjalin kolaborasi antara UI, pihak swasta yakni PT Potenza Putra Makara, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kelistrikan Energi Baru Terbarukan Konversi Energi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (Pusdiklat KEBTKE ESDM), Lembaga Pemberdayaan Umat An-Naba, dan Kecamatan Muara Gembong.
Pemilihan Kampung Bungin dikarenakan untuk meningkatkan kemandirian energi daerah, meningkatkan perekonomian warga, dan membuka mata berbagai kalangan untuk menyelamatkan lingkungan di sekitar pesisir pantai.
Prof. Adi mengatakan potensi angin Kampung Bungin kecepatannya berkisar 1--10 m/s, sangat potensial untuk tenaga turbin angin. "Potensi angin nya besar karena dekat dengan pesisir. Selain di wilayah itu kecepatan angin yang besar ada di wilayah Timur kemudian juga Jogjakarta.
Selain di Bekasi, kincir angin juga di bangun di NTB. Indonesia merupakan negara Kepulauan dengan potensi angin yang besar, tidak dimiliki bangsa lain," katanya.
Prof. Adi berharap dengan keberadaan kincir angin dapat memberikan dampak luas kepada masyarakat. Ia mengungkapkan saat ini sebanyak 44 persen penduduk Kampung Bungin hanya lulusan SD. Bahkan sekitar 30 persen warga tidak mendapatkan pendidikan sama sekali.
Sebagian besar warga berprofesi sebagai nelayan. Warga memanfaatkan hasil laut dan tambak sebagai sumber mata pencaharian.
"Kami menggandeng pihak swasta menggelar pelatihan pemanfaatan produk hasil laut yakni packaging atau pengemasan ikan. Dengan pelatihan ini, transfer pengetahuan dari PT Potenza sebagai industri dapat menambah nilai jual ikan hasil tangkapan. Proses packaging oleh warga diharapkan bisa menjadi sebuah ciri khas tersendiri," jelasnya.
Diharapkan mengatakan untuk membuat kincir angin itu tidak mudah, butuh passion. "Susah kalau tidak ada passion. Selain itu juga butuh dana yang tidak sedikit," papar Prof. Adi.
Tak hanya itu pihaknya juga berupaya mengubah air laut menjadi air tawar sehingga bisa diminum.
"Namanya desalinasi. Salah satu cara untuk mendapatkan sumber air yang layak untuk keperluan hidup sehari-hari adalah dengan mengolah air laut menjadi air tawar. Prosesnya mengurangi kadar garam yang terkandung pada air laut sampai pada level tertentu sehingga air laut tersebut layak untuk dipergunakan seperti halnya air tawar," ujarnya.
Terkait pendanaan pihaknya dibantu dari UI dan juga Bappenas. "Pendanaan itu untuk bangun pelatihan masyarakatnya maupun pembangunan fisiknya. Buat kincir angin harus punya passion karena nanti di lapangan akan menemui tantangan besar. Total pembangunan infrastruktur kemarin mencapai Rp 1 miliar," imbuh Prof. Adi.
Ia mengatakan turbin angin dirancang dengan tinggi tower 9 meter dan dibagi menjadi 6 bagian (tinggi 1,5 meter untuk setiap bagiannya) untuk memudahkan mobilisasi dan menggunakan pondasi yang kokoh.
Sistem pembangkit ini akan mulai menghasilkan energi listrik pada kecepatan 3 m/s (Cut-in Speed) dan akan berhenti menghasilkan listrik untuk keamanan sistem pada kecepatan 12 m/s. Generator yang dipakai adalah tipe Permanent Magnet Generator (PMG) kapasitas 500 watt 24VAC 3-Phase.
Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Angin ini merupakan kerjasama tim perancang turbin angin FTUI (Wind Energy Team UI) dengan Lentera Angin Nusantara (LAN).
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence