Suara.com - Tajamnya pertumbuhan e-commerce sebagai platform belanja, membuat Saleduck menciptakan akses baru, yang mengubah cara konsumen berbelanja. Saleduck menandai tonggak sejarah baru, dengan memperbaharui platform terbarunya, yang dapat memberikan keuntungan bagi advertiser maupun konsumen.
Domingo Karsten, pendiri dan Chief Executive Officer Saleduck, pertama kali terjun ke dunia e-commerce, ketika ia mengamati masyarakat Belgia yang hanya dapat mengakses promo diskon dua kali dalam setahun. Hal ini membuat Domingo menyadari, ada sebuah kesempatan untuk membuat sebuah platform virtual yang dapat menguntungkan para pembeli.
Ia pun memutuskan untuk berinvestasi dalam menciptakan sebuah platform online, yang menjadi pusat bagi para komunitas online shopping untuk dapat berbelanja, sekaligus menikmati promo diskon setiap saat selama satu tahun penuh.
Setelah menikmati kesuksesan yang pesat sejak berdiri pada 2010, Saleduck telah memperluas jangkauan ke seluruh wilayah Eropa, dari Swiss ke Austria, kemudian memasuki pasar Scandinavia-Denmark, Finlandia, dan Swedia, pada 2015. Peluang e-commerce yang kuat dan kompetitif di Asia Tenggara menghasilkan keputusan kewirausahaan Saleduck untuk memperluas ke benua lainnya, yang akhirnya Saleduck Asia di Kuala Lumpur pada 2016.
Saleduck meningkatkan sistem website-nya untuk memudahkan para konsumen menemukan promo harga pada suatu produk dan mengkombinasikannya dengan tambahan diskon ekstra pada satu halaman. Di samping itu, para pembeli online dapat mencari produk yang mereka inginkan dengan menyortir berdasarkan kategori pada halaman merek Saleduck.
Algoritma unik Saleduck juga memberikan kesempatan bagi promo terbaik untuk mendapatkan visibilitas lebih dengan memberikan tempat eksklusif pada homepage dan enam lokasi lainnya, di samping dipromosikan juga secara eksternal. Ini berarti, konsumen dapat fokus untuk mendapatkan promo terbaik dalam waktu yang lebih singkat dalam situs Saleduck.
Dengan sistem upgrade terbaru ini, para advertiser mampu mendorong kinerja produk dan merek produk dalam sebuah platform yang serupa dengan Google Shopping, yang memungkinkan untuk bersaing di tingkat merek dan produk ataupun pada tingkat advertiser.
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pangeran Harry Boyong Keluarga Kembali Tinggal Permanen di Inggris
-
Potongan Kaki Diduga Korban Mutilasi Kunaefi Ditemukan di Kali Grogol Depok
-
4 Pelembap Gel Panthenol Rawat Skin Barrier Kulit Berminyak, Cuma Rp40 Ribu
-
Terbuka Bagi Penyandang Disabilitas, 4.817 Lowongan Pekerjaan Tersedia di Job Fair Hari Jadi Jateng
-
Lawan Sindikat Perdagangan Orang, DPR Buka Peluang Bentuk Badan Khusus TPPO
-
Le Petit Prince, Buku Anak yang Diam-Diam 'Menampar' Orang Dewasa
-
Investasi Data Center Naik 5 Kali Lipat, RI Masuk Fase Baru Ekonomi Digital
-
Sinergi Strategis Kilang Plaju dan BRIN Selamatkan Ikan Belida sebagai Warisan Hayati Nusantara
-
Membaca Citizen 4.0: Manusia yang Menyetir atau Kita yang Diatur Teknologi?
-
5 Moisturizer Travel Size untuk Kulit Lembap dan Cerah Sesuai Klaim