Suara.com - Cegah Ikan Endemik Punah, Pemerintah Ajak Masyarakat Jaga Habitat Ini.
Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa, FAO, bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah berusaha mencegah punahnya ikan endemik asal Kampar, Riau, seperti ikan jelawat dan belida.
Dalam acara tersebut, sebanyak 20 pembudidaya ikan hadir untuk mengikuti acara bertajuk 'Pelatihan Budidaya yang Bertanggungjawab' atau juga disebut proyek IFISH.
"Kami berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadarannya untuk menjaga kebersihan sungai. Kami himbau masyarakat tidak lagi membuang sampah atau polutan lainnya ke sungai untuk menjaga ekosistem perairan sungai. Dengan gerakan ini diharapkan keanekaragaman hayati dan produktivitas ikan di sungai juga meningkat" jelas National Project Manager FAO IFISH, Ateng Supriatna, melalui siaran pers yang diterima Suara.com.
Kepala Pusat Riset Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Waluyo Sejati Abutohir menegaskan, jika tidak segera dilakukan tindakan pencegahan maka ikan-ikan endemik atau ikan lokal ekonomis penting di perairan darat akan terancam punah.
"Keadaan ikan endemik ini sangat mengkhawatirkan, Kalau tidak segera dilakukan tindakan baik besar maupun kecil, ada kekhawatiran hilangnya ikan endemik di setiap daerah," Jelas Waluyo.
Waluyo menambahkan perairan darat di Indonesia belum tergarap dengan baik. Di sisi lain degradasi habitat di perairan umum sangat cepat karena akses masyarakat ke parairan darat cukup mudah.
Pelatihan budidaya yang bertanggungjawab sendiri bertujuan agar limbah budidaya dapat dikelola lebih baik.
Selain limbah, para pembudidaya juga dilatih untuk membangun konstruksi keramba yang baik, pilihan bibit yang tersertifikasi, dan penggunaan pakan yang baik. Oleh sebab itu cegah ikan endemik punah, pemerintah ajak masyarakat jaga habitat perairan darat.
Baca Juga: Diminta Balik ke YouTube, Ria Ricis : Kasih Aku Waktu...
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence