Suara.com - Sebagian diaspora Indonesia yang menetap di Amerika Serikat (AS) tidak tinggal diam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 di negara dengan jumlah kasus terbanyak di dunia. Diorganisir oleh Dompet Dhuafa USA Inc., mereka berkontribusi memproduksi masker kain untuk dibagikan ke masyarakat.
Sebanyak 10 orang relawan yang berasal dari negara bagian yang berbeda, yakni dari Arizona, Arkansas, Kansas, dan Maryland, bergabung dalam aksi ini.
Dalam proyek ini, Dompet Dhuafa USA menyediakan bahan berupa kain katun, tali elastik, dan lainnya untuk pembuatan masker. Para relawan yang memiliki mesin jahit sendiri tersebut berkontribusi tanpa imbalan.
"Kita sangat bersyukur, karena masih banyak orang-orang peduli seperti para relawan yang mau meluangkan waktu untuk menjahit masker kain ini. Selanjutnya kita bagikan ke yang membutuhkan," kata Irwan Saputra, Executive Director Dompet Dhuafa USA Inc., (Jumat, 8/5/2020)
Irwan menjelaskan, masker tersebut akan dibagi-bagikan ke diaspora Indonesia di AS. Selain itu, mereka juga membagikan ke warga negara AS yang tidak bisa mendapatkan masker.
"Para relawan kita, rata-rata orang yang memiliki kesibukan lain seperti bekerja. Untuk tahap awal ini, kita sudah produksi hampir 700 masker kain, kemudian kita bagikan lima masker per keluarga. Di sini tidak semudah mendapatkan masker kain seperti di Indonesia, jadi, walau tidak banyak, masker tersebut akan bermanfaat," jelas Irwan.
Salah satu relawan yang berasal dari negara bagian Arizona, Wahyu Lestari, menyatakan bahwa ia mau berkontribusi memproduksi masker tersebut karena kepedulian melihat kondisi penyebaran pandemi Covid-19 di AS yang sangat parah.
"Semoga masker-masker ini dapat membantu mencegah dan mengurangi penyebaran Covid-19 ini di AS," ujar Wahyu, yang juga bekerja sebagai Associate Professor Aerospace Engineering di Embry-Riddle Aeronautical University, di Arizona.
Salah seorang penerima yang tinggal di wilayah Virginia, Novita Sari, mengungkapkan bahwa masker kain tersebut sangat bermanfaat baginya dan keluarga pada saat ke luar rumah, terutama untuk berbelanja.
Baca Juga: Temuan Genetik Genom Virus SARS-CoV-2 Percepat Penanggulangan Covid-19
"Kami tidak punya mesin jahit untuk buat sendiri. Jadi masker kain dari Dompet Dhuafa ini sangat bermanfaat bagi kami," ujar Novita.
Berita Terkait
-
Kolombia Ciptakan Tempat Tidur yang Bisa Diubah Jadi Peti Mati
-
Tiga Karyawan Indogrosir Asal Bantul Dinyatakan Positif Covid-19
-
Kerjaan Tak Jelas Gegara Pandemi Corona, Ibnu Jamil Pilih Jualan Mie Ayam
-
Makin Panas! Amerika Serikat Balas Dendam Perketat Visa Jurnalis China
-
Bicara Soal Corona, Fahri Hamzah: Gak Usah Bentuk Tim, Hidupkan Puskesmas
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?