Press Release / pressrelease
M. Reza Sulaiman
Ilustrasi digitalisasi UMKM. (Dok. Suara.com)

Suara.com - Di tengah pandemi Covid-19, digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bertujuan membantu pelaku usaha memperluas potensi keuntungan.

Data Kementerian Koperasi dan UKM mengungkap, jumlah UMKM yang sudah tergabung dalam ekosistem digital mencapai 15,9 juta alias 24,9 persen dari total 65 juta pelaku usaha. Jumlah ini meningkat pesat selama pandemi Covid-19, dengan pemerintah menargetkan 30 juta UMKM go digital pada 2024 mendatang.

Untuk mendukung perpindahan eksosistem menuju digital, UMKM tidak hanya membutuhkan bantuan modal. Direktur Utama Yokke, Niniek S. Rahardja, mengatakan bahwa UMKM perlu mendapatkan platform untuk mempermudah usahanya.

“Pelaku usaha juga perlu dilengkapi dengan platform yang memudahkan mereka untuk mengelola usahanya, sehingga mereka tidak lagi direpotkan dengan hal-hal seperti pencatatan manual untuk penjualan dan inventori. YokkeBiz hadir menjawab kebutuhan para pelaku usaha akan platform yang dapat membantu mendigitalisasi usahanya karena memiliki integrasi lengkap ke berbagai aplikasi layanan logistik, pembukuan, online store sampai dengan integrasi dengan berbagai marketplace,” ungkap Niniek, dalam keterangan pers yang diterima Suara.com.

Baca Juga: Diandalkan untuk Pemulihan Ekonomi, Begini Kondisi Pelaku UMKM di Kabupaten Bandung

Pekerja merapikan sajadah yang sudah di jemur di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (29/9/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Berangkat dari pemahaman tersebut, Yokke bersama Bank Mandiri menggandeng Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menggelar Virtual Workshop bertajuk “Transformasi Digital UMKM Merah Putih” di Jakarta, Rabu (13/10/2021) dengan mengundang ribuan peserta pelaku UMKM.

Menurut SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso, inisiatif pelaksanaan event ini sangat selaras dengan upaya Pemerintah dalam mendorong lebih banyak pelaku UMKM untuk bertransformasi ke platform digital. Apalagi, saat ini perkembangan UMKM Digital pun semakin masif.

"Perkembangan digital yang pesat dan masif harus disambut sebagai momentum untuk beradaptasi agar bisnis dapat tumbuh lebih cepat dan mampu bersaing, meski masih dibayangi pandemi. Kami berharap UMKM bisa bangkit dan naik kelas agar bersama-sama mendukung upaya pemulihan ekonomi," ujar Josephus.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengapresiasi dan berkomitmen untuk bersama-sama mendorong UMKM di Indonesia agar semakin digital dan naik kelas. Dalam pelatihan ini, idEA juga akan menggandeng beberapa pakar digital yang tergabung dalam keanggotan idEA agar dapat secara langsung memberikan wawasan baru pada pelaku usaha UMKM.

“Setiap perubahan yang terjadi di platform e-commerce member kami tentu jadi bisa langsung disosialisasikan ke pelaku usaha untuk segera menyesuaikan strategi pemasarannya. Karena dunia e- commerce yang merupakan bagian industri digital juga terus berkembang menemukan bentuk terbaiknya.”

Baca Juga: Telkom Dukung UMKM Naung Songket Naik Kelas dengan Digitalisasi

Sementara itu, penyelenggaraan Virtual Workshop “Transformasi Digital UMKM Merah Putih” dibagi menjadi lima fokus wilayah. Antara lain kawasan Jabodetabek dan Banten, Jawa Tengah dan DIY, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali, serta Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Sulawesi.

Komentar