Suara.com - Penggunaan galon guna ulang berbahan Polikarbonat (PC) sudah digunakan sejak puluhan tahun dan belum ada laporan berkaitan dengan kasus-kasus kesehatan. Untuk alasan ini, Ketua Asosiasi di Bidang Pengawasan dan Perlindungan terhadap Para Pengusaha Depot Air Minum (Asdamindo), Erik Garnadi menyatakan penolakannya terhadap wacana Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang akan melabeli “Berpotensi Mengandung BPA” terhadap kemasan air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang.
“Mengapa sekarang galon berbahan BPA dipermasalahkan dan malah ada wacana melabeli BPA. Ini seperti ada persaingan bisnis di dalamnya dan merugikan para pengusaha depot air minum isi ulang," ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/12/2021).
Erik mengatakan, Asdamindo juga tidak diundang BPOM dalam pertemuan konsultasi publik terkait rencana pelabelan tersebut, padahal Asdamindo adalah pemangku kepentingan langsung yang akan terimbas kebijakan ini nantinya.
BPOM, sebelumnya juga sudah melakukan uji klinis terhadap galon dan dinyatakan lulus uji dan aman dikonsumsi baik bayi dan ibu hamil.
Erik mengatakan, dampak akibat pelabelan BPA pada galon guna ulang bisa membuat pengusaha depot tutup usaha. Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19, dimana ekonomi masih belum pulih benar.
"Pemerintah seharusnya peduli terhadap para pengusaha kecil, termasuk pengusaha UMKM di depot air minum isi ulang," katanya.
Selain itu, pemerintah seharusnya fokus pada kualitas air minum isi ulang di depot-depot, karena banyak yang tidak memiliki legalitas atau layak minum. Menurut Kementerian Kesehatan, baru 1,6 persen depot air minum isi ulang di Indonesia yang memilik legalitas atau sertifikat higienis.
“Ini jauh lebih penting isunya ketimbang mempermasalahkan galon guna ulang yang sudah benar-benar ada uji klinisnya dari BPOM,” pungkas Erik.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin), Rachmat Hidayat mengatakan, dalam pelabelan senyawa kimia berbahaya dan ditempelkan dalam produk makanan minuman ibarat vonis bagi produk tersebut tidak aman.
Baca Juga: Dokter Spesialis dan Pakar Pangan: Air Galon Guna Ulang Aman
“Produk consumer goods, seperti air minum dalam kemasan sangat rentan terhadap persepsi konsumen, persepsi masyarakat. Selain itu bisa juga memicu persaingan tidak sehat, karena nanti akan ada produk lain yang mengklaim, kami tidak mengandung zat berbahaya, yang berarti kami lebih baik," kata Rachmat.
Sebelumnya diberitakan, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar, Kementerian Perindustrian RI, Edy Sutopo menjelaskan, investasi dari sekitar 880 juta galon guna ulang yang beredar di pasaran saat ini diperkirakan sebesar Rp30,8 triliun.
Menurutnya, AMDK yang dikemas dalam galon guna ulang mendominasi profil industri minuman dengan pangsa pasar, 84 persen. Adapun dari total pangsa pasar AMDK ini, 69 persen dikemas dalam galon guna ulang.
"Saat ini pelaku usahanya ada 900 unit, yang menyerap 40 ribu tenaga kerja dan produksinya pada 2020, kurang lebih 29 miliar liter. Perlu kita pikirkan kalau akan mengganti ke galon sekali pakai," kata Edy.
Berita Terkait
-
Dokter Spesialis dan Pakar Pangan: Air Galon Guna Ulang Aman
-
Guru Besar UI Sebut Air Galon Guna Ulang Tidak Sebabkan Kanker
-
Dukung BPOM, Guru Besar Undip dan ITB Pastikan Air Kemasan Galon Guna Ulang Aman
-
Minum Air Kemasan Botol yang Ditinggal di Mobil saat Panas Terik Berbahaya?
-
Heboh Mikroplastik pada Air Kemasan, Apa Kata Ahli?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement