Suara.com - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) kembali menorehkan prestasi membanggakan di pengujung 2021. Melalui dua anak perusahaannya, PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) dan PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA) berhasil mendapat penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Anugerah PROPER Emas tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya di Gedung II Istana Wakil Presiden RI dan secara virtual melalui siaran langsung Youtube pada 28 Desember yang lalu. Untuk SMM ini adalah PROPER Emas kedua yang telah diraih dalam dua tahun berturut-turut, sedangkan untuk ANJA ini adalah PROPER Emas yang pertama.
Dalam sambutannya, Wakil Presiden an bahwa selama 24 tahun, PROPER telah berkembang menjadi platform bagi dunia usaha untuk melakukan praktik bisnis yang berkelanjutan dengan menerapkan prinsip ekonomi hijau. Dalam acara yang mengangkat tema PROPER.
Wakil Presiden berharap, dengan adanya berbagai kriteria yang telah ditetapkan dapat semakin memacu dunia usaha untuk tidak hanya fokus pada pencapaian profit, tetapi juga peduli dengan lingkungan sekitarnya.
Lucas Kurniawan, Direktur Utama ANJ mengatakan bahwa sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memiliki komitmen tinggi terhadap perlindungan lingkungan, pencapaian ini merupakan wujud komitmen manajemen dan kerja sama seluruh karyawan serta dukungan stakeholder terkait, pemerintah dan masyarakat.
"Pengelolaan lingkungan yang baik dan kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu elemen penting bagi keberlanjutan operasi perusahaan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menciptakan nilai tambah dan berkontribusi positif bagi masyarakat tempat kami beroperasi melalui bisnis dan kegiatan yang bermanfaat secara sosial, lingkungan, dan ekonomi Lucas," tuturnya.
Dalam seluruh kegiatan operasinya, ANJ selalu berkomitmen terhadap kelestarian lingkungan hidup serta pelibatan dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai macam program. Pada tahun ini, SMM telah berhasil mengembangkan program Sawah Apung dan ANJA berhasil mengembangkan program Tani Mandiri. Dua program inilah yang berhasil mengantarkan SMM dan ANJA untuk memenangkan PROPER Emas.
SMM, anak perusahaan ANJ di Belitung, membina Kelompok Tani Suka Maju di Desa Jangkang, Belitung Timur untuk menanam padi dengan metode terapung menggunakan rakit yang ditanam di lahan rawa atau daerah rawan banjir. Metode ini dinilai memberikan hasil panen yang lebih besar jika dibandingkan dengan sawah konvensional. Berdasarkan perkiraan hasil panen gabah kering, rata-rata hasil panen di Belitung Timur adalah 3-4 ton per hektar. Sementara itu, satu hektar lahan yang menggunakan teknologi sawah apung dapat menghasilkan antara 7-8 ton beras hampir dua kali lipat jumlahnya.
Sedangkan, ANJA, anak perusahaan ANJ di Binanga, Sumatra Utara, mengembangkan program Tani Mandiri yang muncul atas dasar keresahan masyarakat binaan Desa Tobing Jae, Kecamatan Huristak terkait serangan hama tikus, burung pipit dan serangga yang telah mengakibatkan kegagalan panen mencapai 60% di Tahun 2017. Selain itu, pengendalian hama masih menggunakan bahan kimia yang dapat merugikan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Budidaya Madu Kelulut Bawa Adaro Meraih Proper Emas KLHK
Saat ini, terdapat dua kelompok tani yang terlibat aktif sebagai binaan, yaitu Kelompok Tani Sinar Jaya 1 dan Kelompok Sinar Jaya 2 dengan total petani sebanyak 46 orang. Sejak dimulainya pembinaan, progam ini telah berhasil memanfaatkan limbah pertanian jerami padi sebesar 7.924 kg dan TBK (Tandan Buah Kosong) sebesar 6.751 kg sebagai media tanam turnera subulata. Sudah ada sebanyak 6.000 bibit tanaman turnera subulata yang tertanam dengan menggunakan media tanam tersebut. Telah terpasangnya 5 gupon dengan total 10 burung hantu sebagai predator alami pembasmi serangan tikus, dan juga telah terpasang 2 bah teknologi sederhana pengusir burung pipit.
"Kami berusaha untuk menciptakan pertanian ramah lingkungan dengan mengembangkan beberapa inovasi yang sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan produktivitas perusahaan. Salah satunya, inovasi biomassa yang terbuat dari cangkang dan serat kelapa sawit, serta membuat kompos dari tandan kosong (EFB) dan pengelolaan limbah cair pabrik kelapa sawit (POME). Langkah ini merupakan wujud konkret kebijakan Nol Sampah (Zero Waste) dan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) yang diusung perusahaan," ujar Lucas.
Selain SMM dan ANJA, anak perusahaan ANJ lainnya, yaitu PT Kayung Agro Lestari (KAL) yang berlokasi di Ketapang, Kalimantan Barat juga berhasil meraih PROPER Biru. Penghargaan Peringkat Biru diberikan kepada pelaku usaha dan atau industri yang telah mentaati peraturan lingkungan dan telah melakukan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan yang di persyaratkan oleh KLHK. Dalam penilaiannya terdapat beberapa aspek penilaian sesuai bidang usaha, seperti pengelolaan Limbah B3, pengendalian Pencemaran Udara, dan pengendalian pencemaran air.
Tag
Berita Terkait
-
TPST Samtaku Jimbaran Wujud Tanggung Jawab Produsen Pada Kemasannya
-
Di Ajang ODICOFF, 3 Perusahaan Turki Tandatangani Kerja Sama dengan Petani Kopi Indonesia
-
Sisi Marketing Dan Pariwisata Jadi Alasan KLHK Prioritaskan Bali Untuk Tata Kelola Sampah
-
Jajaki Peluang Ekspor Produk Agroforestry, KLHK Ikut Serta Dalam ODICOFF
-
Wujudkan Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, KLHK Luncurkan SILIN Merbau dan SI-CAKAP
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air