Press Release / pressrelease
Suwarjono
Hanas Soebakti Ketua Indonesia Diaspora Network Taiwan (Foto GWO)

Suara.com - Berbagai negara mengeluarkan larangan perayaan tahun baru 2022 terkait pandemi Covid-19 yang belum usai, namun di Taiwan,  perayaan menyambut tahun 2022 tetap berlangsung. Hampir di seluruh kota besar Taiwan mengadakan perayaan dengan menggelar konser dan pesta kembang api.

Situasi pandemi di Taiwan yang dinilai aman, terwujud atas usaha bersama dari pemerintah dan masyarakatnya. Peraturan tak hanya sekedar peraturan, namun tingginya kesadaran seluruh masyarakat untuk mematuhinya membuat Taiwan mampu bertahan dengan kondisi nol kasus positif selama beberapa bulan ini. Sehingga segala kegiatan juga berjalan tetap secara normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Perayaan tahun baru kali ini juga membawa suasana berbeda bagi teman-teman Indonesia di Taiwan. Beberapa pekerja migran dan mahasiswa Indonesia pilihan ikut berpartisipasi menjadi pemandu multibahasa yang bertugas di beberapa stasiun MRT Taipei yang menjadi pusat keramaian arus pengunjung yang ingin menyaksikan pesta kembang api, khususnya di Stasiun MRT Taipei 101.

Petugas multibahasa di MRT Taiwan (GWO)

Program pemandu multibahasa MRT yang terjalin atas kerjasama antara Taipei Metro bersama Global Workers’ Organization Taiwan tiap tahunnya, menarik minat teman-teman warga asing dari berbagai negara untuk berpartisipasi, lebih dari 20 orang tak hanya pekerja migran namun tahun ini mahasiswa pun juga ikut meramaikan.

Mereka bertugas dari pukul 21:00 hingga pukul 02:00 dinihari, memandu lancarnya arus keramaian dan membantu pengunjung yang membutuhkan informasi. Melalui program ini diharapkan warga asing dapat lebih terlibat langsung dalam berbagai kehidupan sosial di Taiwan.

Salah satu mahasiswa S3 National Central University asal Indonesia, Hanas Soebakti, yang juga menjabat sebagai Ketua IDN Taiwan (Indonesia Diaspora Network, Taiwan) periode 2019-2021, kali ini juga ikut berpartisipasi karena ingin merayakan malam tahun baru dengan suasana berbeda. Hanas melalui semangat sang ibu yang dulunya juga sempat bekerja sebagai caregiver di Taiwan, menginspirasinya untuk lebih optimis dalam perjuangan hidup tanpa lupa membantu sesama.

“Tahun lalu saya melihat teman-teman memakai rompi Taipei Metro dengan bendera Indonesia memandu pengunjung MRT, tahun ini saya melalui GWO bisa berkesempatan menjadi salah satu tim pemandu multibahasa di MRT Taipei 101, menurut saya bisa membantu sesama adalah sangat berkesan. Apalagi memberikan pengalaman berbeda dalam merayakan tahun baru”, ucap Hanas.

Komentar