Suara.com - Ketua Umum Harian Pengurus Besar E-Sports Indonesia (PBESI), Bambang Sunarwibowo melantik Ketua Pengurus E-sports Indonesia Tingkat Provinsi masa bhakti 2022–2024. Pelantikan ini dilakukan kepada 14 Provinsi di seluruh Indonesia secara offline dan online.
Sebagai salah satu cabang olahraga nasional E-Sports sukses menjuarai berbagai kejuaraan Internasional. Seperti Mobile Legends, Free Fire World Cup, Player Unknown's Battlegrounds (PUBG), Mobile Club Open (PMCO), Fall Split Global Finals, serta meraih medali perak SEA Games di Filipina.
Bambang Sunarwibowo mengucapkan selamat kepada 14 Ketua Pengurus tingkat Provinsi E-Sports Indonesia. Sehingga kepengurusan tersebut mampu mengembangkan atlet di daerah agar dapat berprestasi di level Internasional.
"Kami mengucapkan selamat kepada 14 Ketua Pengurus Tingkat Provinsi E-Sports Indonesia. Dengan pelantikan pengurus baru ini tentu akan memberikan penyegaran di tingkat provinsi serta dapat memperoleh para atlet terbaik dari daerah," kata Bambang.
Bambang mengatakan E-Sports akan mengikuti pertandingan di akhir tahun 2022 ini. Dengan demikian, pertandingan ini melibatkan 120 negara.
"Kita sudah melaksanakan berbagai pertandingan kemarin, tentunya kedepan kita akan ada pertandingan berikutnya yang dilaksanakan di Bali pada akhir tahun ini serta melibatkan 120 negara," ungkap Bambang.
Bambang meminta agar pengurus PBESI dapat berkerja sama dengan pengurus di daerah. Hal ini akan menjadikan E-Sports Indonesia melahirkan atlet-atlet berprestasi serta memberikan dampak bagi Tanah Air.
"Para ketua pengurus tingkat Provinsi kami berharap kerjasama dengan stakeholder di daerah maka akan lebih tahu bagaimana mendapatkan atlet-atlet terbaik untuk bisa bertanding di event-event internasional," tuturnya.
Dalam pelantikan Ketua Pengurus E-Sports untuk periode lima tahun kedepan ada beberapa nama. Di antaranya Brigjen TNI Purwito Hadi Wardono (Kabinda DKI Jakarta), Kombes Pol Harseno (Kabinda Lampung), Brigjen TNI Hardani Lukitanta Adi (Kabinda Kalimantan Timur), Kolonel Arh Agustinus Eko Mulyadi (Kabinda Nusa Tenggara Timur), Kolonel Inf Fahmi Sudirman (Kabinda Jawa Timur), Kolonel Inf Tahan Sopian Parulian Silaban (Kabinda Papua Barat), Kolonel Inf Benny Bintoro (Kabinda Maluku Utara), Kolonel Inf Raymond Marojahan (Kabinda Sulawesi Utara), Brigjen TNI Sulaiman (Kabinda Jawa Tengah), Kolonel Sus Aminul Hakim (Kabinda Kalimantan Utara), Brigjen TNI Ruddy Prasemilsa Mahks (Kabinda Jawa Barat).
Baca Juga: Suhaz Esports Malaysia Datangkan 2 Pemain dari Indonesia, Eks Roster RRQ
Selain itu hadir secara online Kolonel Arh R. Wibisono Hendroyoso (Kabinda Riau), Kolonel Inf Arman Dahlan (Kabinda Sulawesi Tengah), serta Laksma TNI Adriansyah (Kabinda Kepulauan Riau).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing