Suara.com - Swiss German University (SGU) menggelar upacara wisuda bagi program sarjana dan pascasarjana di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Jakarta Barat, Rabu (26/10/2022). Para mahasiswa dan mahasiswi Swiss German University ini berasal dari tiga fakultas yaitu Fakultas Engineering & Information Technology, Business and Communication, Life Science & Technology dan program Master Degree. Rektor SGU Dr. rer. nat Filiana Santoso mengatakan, Sebagai institusi pendidikan, SGU perlu selalu mengikuti perkembangan tren pasar dan teknologi saat ini.
“Dalam mencapai tujuan tersebut, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa salah satu kebanggaan SGU adalah pada tahun ini meluluskan mahasiswa pertama dari Program Studi Magister IT konsentrasi Inovasi Digital. Saya percaya bahwa ada lebih banyak lagi yang akan datang di tahun-tahun mendatang,” ucapnya.
Pada wisuda tahun 2022 ini, SGU memberikan gelar kepada 259 lulusan, terdiri dari 74 lulusan Magister, dan 185 lulusan Sarjana. Bersama dengan lembaga internasional, SGU juga telah menjalin kerjasama pendidikan dengan industri nasional yaitu United Tractor (Program Sarjana dan Magister) dan Accor (Program Magister). Dari United Tractor sebanyak 116 mahasiswa yang merupakan Program Studi IE dan 15 mahasiswa program studi MM yang hari ini mengikuti wisuda. Sedangkan dari Accor sebanyak 8 mahasiswa yang saat ini masih menempuh pendidikan di SGU.
Sesuai dengan tema wisuda tahun ini yaitu Bright Resilient Future Leaders for Global Recovery diharapkan para wisudawan menjadi sekelompok orang yang luar biasa, terutama karena mahasiswa SGU telah berhasil menyelesaikan studi di tengah pandemic yang sudah dilewati.
“Saya percaya para wisudawan semua telah menghadapi dua pelajaran penting kehidupan dengan sukses. Pertama, menghadapi ketidakpastian. Kedua, menunjukkan kemampuannya untuk menjadi tangguh. Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi saya selaku Rektor untuk merayakan hari yang istimewa ini. Saya berharap kedepannya, para wisudawan SGU akan menjadi pemimpin muda yang dapat berkontribusi untuk masa depan Indonesia yang cerah, mempunyai kemampuan untuk mengubah pengetahuan dan keterampilan menjadi sesuatu yang berharga, serta dapat menerapkan nilai-nilai yang diusung oleh SGU yaitu RAPIDS (Resilient, Adaptive, Proaktive, Integrity, Discipline, and Social Care)” terang Filiana.
Ia menuturkan bahwa Swiss German University telah menerima Dana Pendamping Kedaireka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 2 tahun berturut-turut. “Tahun lalu kami menerima Rp 1,5 miliar untuk 3 proyek, sedangkan tahun ini kami menerima Rp 2,2 miliar untuk 8 proyek. Dana tersebut sebagian besar digunakan untuk memelihara keberlanjutan usaha mikro, kecil dan menengah di Kabupaten Tangerang, serta untuk mendukung kegiatan dan pengembangan proyek Kedaireka lainnya,” ucap Filiana.
Tahun ini SGU juga menerima Program Kompetisi Kampus Merdeka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, sebesar Rp 1,8 miliar. Dengan menerima dana ini, kita terdorong untuk meningkatkan kualitas lulusan, dosen, kurikulum dan sistem pendukung pembelajaran dan kelembagaan. Selain itu, SGU juga menerima dana hibah penelitian dari lembaga yang sama sebesar Rp 873 juta untuk 5 penelitian.
Berita Terkait
-
Dear Mahasiswa, 5 Rekomendasi Pekerjaan Sampingan yang Cocok Buat Kamu
-
Dear Mahasiswa, Ini 5 Cara Efektif agar Kegiatan Kuliah dan Organisasi Seimbang
-
Ricuh! Wisuda Terpadu Kemenhub Adu Jotos dan Saling Serang di Monas
-
Wisuda Terpadu Kemenhub di Monas Ricuh, Sesama Perwira Saling Serang hingga Ada yang Diinjak-injak
-
Tercorla-corla, Acara Wisuda Ini Pakai Lagu Favorit Bunda Corla: Jangan Kau Tanya-tanya Tentang Wisuda
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pulang Tengah Malam, Adinda Ditemukan Tewas di Jalan Gelap Kertapati, Motornya Hilang
-
Jakarta Diguyur Hujan Lagi Hari Ini, Pramono Sebut Hasil Modifikasi Cuaca
-
Kabar Baik Persija! Radovan Pankov Hampir Pulih, Shin Tae-yong Siap Turunkan Benteng Serbia
-
Akademisi Unmul Soroti Pengadangan Massa di Bundaran HI: Bisa Jadi Pelarangan Terselubung
-
601 Kecelakaan Kapal Terjadi dalam 8 Bulan, DPR Sebut Indonesia Darurat Angkutan Laut
-
Rayakan Kemerdekaan Lewat Modeling, Talenta Muda Tampil Percaya Diri Unjuk Gaya dan Karakter
-
Plot Twist! Foto Bareng Presiden Prabowo, Marissa Anita Diingatkan Soal Widji Thukul
-
Awalnya Bantu Korban Kebakaran, Dua Warga Cirebon Malah Gondol Rp47 Juta dan Emas
-
16 Orang Diciduk! Sindikat Meterai Palsu dan Daur Ulang Bikin Negara Rugi Rp1 Triliun
-
Fatimah Az-Zahra, Wajah Baru Aktivisme Berbasis Bukti Akademik