KARAWANG – Penumpukan sampah di sejumlah titik di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian publik. Hal ini akibat tidak optimalnya pengelolaan sampah di salah satu daerah yang memiliki kawasan industri terluas di Indonesia.
Ironisnya, penumpukan sampah di sejumlah lokasi di Karawang ditenggarai akibat minimnya armada pengangkut sampah.
Pengelolaan sampah yang tidak optimal ini tidak dibantah oleh Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh. Ia mengakui minimnya armada akan menyebabkan banyak sampah tidak terangkut ke TPA (tempat pembuangan akhir).
Aef yang juga seorang pengusaha ini hanya berharap pengelolaan sampah di Kabupaten Karawang segera bisa dimaksimalkan. “Kami harap penanganan sampah bisa dimaksimalkan,” ujar Aef.
Sementara itu berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten, produksi sampah di Kabupaten Karawang bisa mencapai 1.200 ton per hati. Angka tersebut dinilai tak sebanding dengan ketersediaan armada pengangkut sampah yang ada saat ini yang hanya berjumlah 64 unit.
Hasilnya, dengan memaksimalkan armada yang ada saat ini, sampah yang bisa terangkut ke TPA hanya sebanyak 350 ton.
“Kini hanya ada 64 armada pengangkut sampah milik dinas dan sewa. Kemampuan angkut dengan jumlah 64 armada itu hanya 350 ton per hari,” ungkap Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang Agus Sanusi.
Minimnya armada pengangkut sampah tentu saja cukup miris. Apalagi Kabupaten Karawang sebagai kawasan industri memiliki APBD yang cukup besar dibanding dengan daerah lainnya di Jawa Barat. Diketahui, Tahun 2022 ABDP Kabupaten Karawang sebesar Rp5 triliun, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,2 triliun. (*)
Baca Juga: Viral Video Abu Bakar Ba'asyir Mengakui Pancasila Jadi Dasar Negara, Bagaimana Pengikutnya?
Berita Terkait
-
MPAW Kepala Desa Dawuan Barat Jadi Pilot Projek di Kabupaten Karawang
-
Pembangunan Stasiun Kereta Cepat Bikin Karawang Jadi Incaran Pengembang Perumahan
-
Ribuan Kosmetik Ilegal Bernilai Ratusan Juta Rupiah dari Kota Bekasi hingga Karawang Dimusnahkan BPOM
-
Oknum Anggota DPRD Purwakarta Diduga Terlibat Narkoba, Langsung Dibawa BNNK Karawang
-
Viral Video Pelaku Eksibisionis di Karawang, Publik: Penjara Penuh Sama Orang Kaya Gini
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Makna Imlek bagi Detektif Jubun: Menata Hati, Menjaga Integritas
-
Ramadan 2026 Jadi Momen Terberat Asri Welas, Bakal Tinggalkan Anak-Anak
-
Kebakaran Hebat Dekat Stasiun Lambuang Bukittinggi, 3 Warung Ludes
-
Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan
-
Waspada Spyware! Ciri HP Kamu Sedang Disadap dan Cara Ampuh Mengatasinya
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
58 Huntara Bener Meriah Ditempati Korban Bencana, Total Bangunan 914 Unit
-
9 Cara Menghilangkan Bekas Stiker di Motor yang Membandel
-
The Connel Twin Bongkar Artis J Sering 'Digilir' di Bali, Jennifer Coppen Dicurigai Haters Panik