/
Selasa, 16 Agustus 2022 | 13:17 WIB
Tokoh Nasional dari Jawa Barat, Otto Iskandardinata

BANDUNG - Selain akan merayakan hari kemerdekaan pada 17 Agustus 2022 nanti, Pemeritahan Provinsi (Pemprov) Jawa Barat juga akan melangungkan Hari Jadi Jawa Barat ke-77.

Diketahui pada 19 Agustus 2022 nanti, Pemrpov Jabar akan berusia ke-17. Untuk mengang hal tersebut, ada banyak tokoh pahlawan nasional dari Jawa Barat atau tatar Sunda.

Dilansir dari banyak sumber, berikut beberapa tokoh nasional dari Jawa Barat:

1. Otto Iskandardinata - Raden Otto Iskandar Dinata atau yang lebih dikenal Otto Iskandar Dinata merupakan pahlawan nasional yang dijuluki Si Jalak Harupat. 

Pria kelahiran Bojongsoang pada 31 Maret 1987 ini adalah anak bungsu pasangan Raden Haji Adam Rahmat dan Siti Hidayah. Otto menempuh pendidikannya di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Bandung. Kemudian dia melanjutkan sekolah ke Kweekschool Onderbouw (Sekolah Guru Bagian Pertama) Bandung. 

Setamatnya dari Kweekschool Onderbouw, Otto memilih Hogere Kweekschool (Sekolah Guru Atas) di Purworejo, Jawa Tengah untuk melanjutkan studinya. Otto pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Budi Utomo cabang Bandung pada periode 1921-1924. 

Kemudian, pada 1924, dia menjabat Wakil Ketua Budi Utomo cabang Pekalongan. Otto juga aktif dalam organisasi Paguyuban Sunda. Dia pernah menjadi anggota Volksraad (semacam DPR) pada masa Hindia Belanda untuk periode 1930-1941. 

Sedangkan pada 1942-1945, Otto menjadi Pemimpin Surat Kabar Tjahaja. Otto memiliki andil dalam perumusan kemerdekaan dengan bergabung menjadi anggota BPUPKI dan PPKI. 

Sewaktu kabinet pertama Republik Indonesia terbentuk pada 1945, Otto menjabat sebagai Menteri Negara. Atas jasanya, Otto diangkat sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 088/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.

Baca Juga: Jang Wonyoung IVE Terpilih sebagai Model Brand Pakaian Outdoor 'EIDER'

2. Djuanda Kartawijaya - Ir H. Djuanda Kartawijaya lahir di Tasikmalaya, 14 Januari 1911. Dia merupakan anak pertama dari pasangan Raden Kartawijaya dan Nyi Monat. 

Sang ayah adalah seorang mantri guru di Hollandsch Inlansdsch School (HIS). Djuanda menyelesaikan sekolah dasarnya di HIS. Kemudian pada 1929, dia masuk ke Technische Hoogeschool te Bandoend (THS) yang merupakan sekolah teknik di Bandung dengan mengambil jurusan Teknik Sipil. 

Pada masa muda, Djuanda telah aktif mengikuti organisasi nonpolitik, yaitu Muhammadiyah dan Paguyuban Sunda. Dia juga sempat menjadi pemimpin sekolah Muhammadiyah.

3. KH Zainal Mustafa - KH Zainal Mustafa merupakan salah satu pahlawan nasional dari Jawa Barat. Pria kelahiran Tasikmalaya, 1 Januari 1899 ini anak pasangan petani. 

Hudaeni merupakan nama kecilnya, kemudian berganti menjadi Zainal Mustafa setelah menunaikan ibadah haji. Pendidikan formalnya ditempuh di Sekolah Rakyat. 

Sedangkan untuk pendidikan agama, Zainal belajar dari gurunya di kampung. Ketika menunaikan ibadah haji, dia berkenalan dengan ulama terkemuka untuk tukar pendapat. Setelah dari Tanah Suci, dia mendirikan pesantren Sukamanah di Kampung Cikembang. Kegiatannya pun tak terlepas dari syiar dan ceramah agama. 

Load More