/
Kamis, 18 Agustus 2022 | 07:42 WIB
Ilustrasi penyakit cacar air biasa.

BANDUNG – Dunia sedang dikejutkan dengan kemunculan virus cacar monyet. Virus ini dengan mudah menyebar ke sejumlah negara.  

Wabah cacar monyet bahkan telah menyebar ke 89 negara. WHO menyebut virus monkeypox ini telah terbukti menyebabkan kematian 1 dari 10 orang yang terinfeksi.

Berbeda dengan cacar pada umumnya, cacar monyet dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Rasio fatalitas cacar monyet secara historis antara 0 dan 11 persen pada populasi umum dan lebih tinggi di antara anak-anak.

Dalam beberapa waktu terakhir, rasio kasus kematian telah mencapai 3-6 persen. Tak hanya itu, cacar monyet juga telah menyebar ke sejumlah negara tetangga Indonesia.

Data terbaru Global.health menunjukkan, di Australia terdapat 67 kasus terkonfirmasi positif cacar monyet, di Singapura 15 kasus, Thailand dengan 4 kasus, dan Filipina yang sudah melaporkan 1 kasus.

Di Indonesia sebelumnya terdapat 17 orang suspek cacar monyet. Tapi, setelah dilakukan tes PCR, semuanya terbukti negatif.

Sementara itu di tengah ancaman virus cacar monyet, masyarakat lama mengenal cacar air biasa. Bahkan tak sedikit mengira, bahwa penyakit cacar monyet sama dengan cacar air biasa.

Faktanya, penyakit cacar monyet dapat memberikan dampak yang lebih serius dan tidak boleh dianggap sepele.

Baca Juga: Baru Keluar Pintu Penjara, Mantan Wali Kota Cimahi Kembali Ditangkap KPK

Sekilas, penyakit cacar monyet dan cacar air sangat mirip. Keduanya sama-sama menyerang kulit dan sama-sama disebabkan oleh infeksi virus.

Namun, ternyata ada perbedaan yang cukup besar di antara cacar monyet dan cacar air. Berikut berbagai faktor yang membedakan kedua penyakit tersebut seperti dilansir dari HalloSehat.com.

Meski sama-sama bernama cacar, kedua penyakit ini sebenarnya berbeda. Cacar air disebabkan oleh virus yang bernama varicella-zoster. Sementara itu, virus penyebab cacar monyet adalah virus monkeypox yang berasal dari genus (marga) Orthopoxvirus.

Dari sisi gejala, kemunculan virus cacar air ditandai dengan ruam kulit yang lama-kelamaan berkembang menjadi lepuh berisi cairan, sebelum akhirnya berubah menjadi koreng.

Kemunculan ruam pertama penyakit cacar air lebih sering terjadi pada dada dan punggung. Ruam pun menyebar ke wajah, lalu ke bagian tubuh lain termasuk di dalam mulut, kelopak mata, atau area kelamin.

Beda dengan cacar air, ruam yang menjadi gejala penyakit cacar monyet biasanya muncul pada wajah dan mulut terlebih dahulu, baru nantinya menyebar ke seluruh tubuh.

Selain itu perbedaan antara cacar monyet dengan cacar air biasa terletak pada penularan. Virus cacar air dapat menyebar dengan mudah antarmanusia. Terutama bila Anda tidak pernah mengalami cacar air sebelumnya, besar kemungkinan Anda akan tertular saat terkena virus penyebabnya.

Penularan cacar air bisa terjadi ketika seseorang melakukan kontak dengan pasien cacar air. Anda juga bisa tertular jika menghirup udara atau percikan cairan tubuh pasien saat pasien batuk dan bersin.

Di sisi lain, penularan cacar monyet antar manusia umumnya jarang terjadi. Anda tidak akan langsung tertular cacar monyet hanya dengan kontak sekilas.

Dibutuhkan kontak intim seperti hubungan seks, berciuman, atau berpelukan terlebih dahulu sampai akhirnya virus menyebar.

Anda juga bisa tertular virus bila menyentuh luka cacar milik pasien yang terinfeksi, kemudian menyentuh area wajah tanpa cuci tangan.

Meski mudah menular, biasanya virus cacar air tidak akan menimbulkan penyakit yang serius pada anak-anak bertubuh sehat. Gejalanya pun dapat membaik dalam waktu 4–7 hari.

Memang, tetap ada risiko penyakit bertambah parah dan terjadinya komplikasi cacar air. Namun, ini jarang terjadi, terutama setelah adanya vaksin yang dapat mencegah cacar air. (*)

Load More