KARAWANG - Polisi menangkap seorang pria berinisial H (20) warga Kabupaten Karawang. Pria tersebut diduga telah menganiaya teman kencannya berinsial A (22).
Akibat penganiayaan tersebut, korban A mengalami luka di bagian perut dan tangannya. Si pelaku melukai korban dengan menggunakan sebilah pisau usai bercinta di sebuah indekos di Perumahan Johar Permai pada Kamis (18/8/2022).
Kapolsek Karawang Kota, Kompol Marsono mengatakan, atas perbuatannya si pelaku dijerat Pasal 351 ayat (2) dan (4) KUHPidana tentang penganiayaan berat.
"Ancaman hukumannya di atas lima tahun," katanya, Selasa (23/8/2022).
Kasus penganiayaan ini bermula ketika si pelaku berniat menyewa jasa esek-esek dengan menggunakan aplikasi MiChat. Melalui aplikasi tersebut, pelaku bertemu dengan A.
Keduanya janjian di indekos untuk bercinta. Sesuai melakukan hubungan terlarang tersebut, pelaku menyerang korban dengan sebilah pisau yang telah disiapkan sebelumnya.
"Setelah melakukan hubungan badan, korban mandi. Lalu pelaku sudah menyiapkan pisau. Seusai korban mandi, pelaku langsung menyerangnya," ucap Marsono, Selasa (23/8/2022).
Marsono menerangkan, korban sempat berteriak ketika dianiaya oleh pelaku. Teriakan ini pun terdengar oleh tetangga korban, dan menolong A.
Disebutkannya, akibat penganiaayaan itu korban mengalami luka dibagian perut dan tangan. Hingga kini, polisi masih memeriksa motif pelaku menganiaya korban.
Baca Juga: Pria di Karawang Ini Ditangkap Polisi Gegara Tusuk Teman Kencannya
"Kita masih memeriksa dan mendalami motifnya," ucapnya.
Aksi kekerasan yang dilakukan pelaku ini sempat terekam ponsel penguhuni indekos tersebut hingga kemudian viral di media sosial. Dalam video itu, terlihat seorang pria telanjang ditarik keluar sejumlah orang dari kamar.
Sementara itu, seorang perempuan keluar dari kamar sebelah lalu masuk ke kamar korban. Perempuan itu kemudian teriak histeris melihat kondisi korban. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi