/
Selasa, 13 September 2022 | 10:53 WIB
Fraksi PKS saat menyampaikan mosi tidak percaya pada Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta Ahmad Sanusi. (Istimewa)

PURWAKARTA - Aksi walk out yang dilakukan oleh Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Ahmad Sanusi dalam Rapat Paripurna penetapan keputusan dua Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2021 dan Tata Kelola Sarana Perumahan/pemukiman di Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta di Jalan Juanda pada Senin (12/9/2022) malam berbuntut panjang.

Sikap Politikus Partai Golkar Ahmad Sanusi atau biasa disapa Haji Amor yang walk out dalam Rapat Paripurna tersebut dinilai tidak patut. Bahkan lima fraksi partai yang terdiri atas PKB, Gerindra, PKS, Pan dan Nasdem menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Amor sebagai Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta.

Hal ini bermula, saat Haji Amor membuka sidang kemudian dan tak lama kemudian menutupnya. Haji Amor juga meninggalkan Ruang Sidang Paripurna saat sedang rapat Gabungan Komisi.

Perwakilan dari Fraksi PKS, Dedi Juhari menyatakan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Haji Amor. 

Menurutnya, hal yang dilakukan oleh Amor tidak mencerminkan sikap anggota dewan. Bahkan, hal tersebut telah melanggar kode etik serta menurunkan martabat lembaga DPRD Kabupaten Purwakarta.

"Sikap beliau (Amor) yang telah melanggar kode etik, menurunkan martabat lembaga DPRD Kabupaten Purwakarta dan tata tertib dan juga tidak mengikuti kesepakatan yang telah ditetapkan dalam badan musyawarah," katanya pada Senin (12/9/2022) malam.

Dia juga menerangkan, bahwa Haji Amor sengaja menunda-nunda pelaksanaan Sidang Paripurna terkait pembahasan dua Raperda tersebut. Menurutnya, pembahasan terkait dua Raperda tersebut sudah dilakukan sejak lama dari Juni 2022 lalu.

"Jika tidak, konsekuensinya tidak akan ada bahasan mengenai Anggaran Perubahan. Dampaknya, anggaran yang dibutuhkan Purwakarta tak akan keluar," katanya.

Selain itu, mosi tidak percaya juga disampaikan oleh Fraksi PKB yang diwakili Alaikassalam. Menurutnya, sikap Haji Amor tidak mengakomodir aspirasi dari semua anggota dewan sehingga pihaknya tidak percaya lagi dengan Amor sebagai Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta.

Baca Juga: Warga Diberi Rp1 Juta Per Orang untuk Persetujuan, Panitia Pembangunan Gereja Ungkit Janji Mantan Wali Kota Cilegon

Tak tanggung-tanggung, Alaikassalam juga meminta Haji Amor diganti sebagai Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta karena bisa memberikan citra negatif bagi anggota dewan lainnya.

"Ganti Ketua DPRD Purwakarta. Mosi tidak percaya ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan konsistensi," ungkapnya. ***

Load More