/
Kamis, 15 September 2022 | 07:42 WIB
Korban Keracunan Gas Klorin di Kabupaten Karawang. (ANTARA/Ali Khumaini)

KARAWANG – Sejumlah warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang yang mengalami keracunan karena menghirup kebocoran gas klorin kondisinya sudah mulai membaik. Bahkan, beberapa diantaranya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Diketahui, sebanyak 36 warga dilarikan ke Rumah Sakit Rosela Karawang karena keracunan akibat kebocoran gas klorin dari PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II pada Rabu (14/9/2022) pagi.

Dokter jaga IGD Rumah Sakit Rosela dr. Jefryanto mengatakan, puluhan warga tersebut sempat mendapatkan perawan medis karena keracunan. Namun saat ini kondisinya sudah mulai membaik.

"Setelah menjalani perawatan di IGD, para pasien (korban keracunan) secara bertahap dipulangkan ke rumahnya masing-masing," ujarnya pada Rabu (14/9/2022).

Para korban ini, lanjutnya mengalami pusing, mual, sesak nafas hingga mata perih akibat menghirup gas klorin. Setelah ditangani tenaga medis, kondisi para korban berangsur membaik.

Dia menerangkan, selain di bawa ke RS Rosela sebagian warga lainnya dibawa ke klinik kesehatan sekitar. Korban yang dibawa ke klinik karena dampak keracunannya terbilang ringan.

Sementara itu, warga Desa Kutamekar, Suhendar (25) menerangkan, dirinya mulai merasakan aroma kebocoran gas sejak subuh ketika saat keluar rumah. 

Disebutkannya, kebocoran gas ini sudah sering terjadi setiap tahun. Pada tahun ini, akibat kebocoran gas ini ada sejumlah warga yang harus dilarikan ke rumah sakit.

"Tahun lalu juga terjadi peristiwa yang sama. Kejadian parah pada 2018, selama setahun itu dua kali berturut-turut sampai ada 60 orang lebih korbannya," ucap Suhendar mengutip dari Antara.

Baca Juga: Ramalan Cuaca Karawang Hari Ini, Cek Disini

Kemudian, Humas PT Pindodeli II Andar mengatakan pihaknya telah menutup sementara proses produksi di Caustic Soda Plant untuk mencegah munculnya korban baru.

"Kami hentikan dulu produksi di line itu untuk mengecek secara tuntas penyebab pembakaran tidak sempurna," katanya.

Pihaknya akan membiayai seluruh proses pengobatan korban sampai sembuh dan akan bertanggungjawab atas kerugian yang diderita korban. ***

Load More