KARAWANG – Sejumlah warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang yang mengalami keracunan karena menghirup kebocoran gas klorin kondisinya sudah mulai membaik. Bahkan, beberapa diantaranya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Diketahui, sebanyak 36 warga dilarikan ke Rumah Sakit Rosela Karawang karena keracunan akibat kebocoran gas klorin dari PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills II pada Rabu (14/9/2022) pagi.
Dokter jaga IGD Rumah Sakit Rosela dr. Jefryanto mengatakan, puluhan warga tersebut sempat mendapatkan perawan medis karena keracunan. Namun saat ini kondisinya sudah mulai membaik.
"Setelah menjalani perawatan di IGD, para pasien (korban keracunan) secara bertahap dipulangkan ke rumahnya masing-masing," ujarnya pada Rabu (14/9/2022).
Para korban ini, lanjutnya mengalami pusing, mual, sesak nafas hingga mata perih akibat menghirup gas klorin. Setelah ditangani tenaga medis, kondisi para korban berangsur membaik.
Dia menerangkan, selain di bawa ke RS Rosela sebagian warga lainnya dibawa ke klinik kesehatan sekitar. Korban yang dibawa ke klinik karena dampak keracunannya terbilang ringan.
Sementara itu, warga Desa Kutamekar, Suhendar (25) menerangkan, dirinya mulai merasakan aroma kebocoran gas sejak subuh ketika saat keluar rumah.
Disebutkannya, kebocoran gas ini sudah sering terjadi setiap tahun. Pada tahun ini, akibat kebocoran gas ini ada sejumlah warga yang harus dilarikan ke rumah sakit.
"Tahun lalu juga terjadi peristiwa yang sama. Kejadian parah pada 2018, selama setahun itu dua kali berturut-turut sampai ada 60 orang lebih korbannya," ucap Suhendar mengutip dari Antara.
Baca Juga: Ramalan Cuaca Karawang Hari Ini, Cek Disini
Kemudian, Humas PT Pindodeli II Andar mengatakan pihaknya telah menutup sementara proses produksi di Caustic Soda Plant untuk mencegah munculnya korban baru.
"Kami hentikan dulu produksi di line itu untuk mengecek secara tuntas penyebab pembakaran tidak sempurna," katanya.
Pihaknya akan membiayai seluruh proses pengobatan korban sampai sembuh dan akan bertanggungjawab atas kerugian yang diderita korban. ***
Berita Terkait
-
Sejumlah Warga Kutamekar Karawang Keracunan Diduga Hirup Kebocoran Gas Klorin, Rumah Sakit Beberkan Kondisinya Terkini
-
Warga Cigempol Karawang Keracunan, Diduga Karena Mengirup Kebocoran Gas Dari Perusahaan Ini
-
Merasa Pusing dan Mual, Warga Korban Keracunan Gas Klorin di Karawang Dilarikan ke Rumah Sakit
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
Terkini
-
Lagi Tren Login Muhammadiyah, Ini 6 Keuntungan Punya Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah
-
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
-
Bandara Kualanamu Catat Kenaikan Penumpang 29,4 Persen
-
Terbongkar! Prancis dan 2 Negara Eropa Dituding Diam-diam Bantu AS Bombardir Iran
-
Bojan Hodak Sebut Pemain Persib dalam Mood Bagus Setelah Libur
-
Yaqut Sempat Jadi Tahanan Rumah, Jubir Hingga Pimpinan KPK Dilaporkan ke Dewas
-
Dini Hari Mencekam di Palembang, Mobil Dibakar Bom Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun
-
Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Terminal Kalideres Dipantau Ketat Selama Arus Mudik Lebaran
-
Mendagri Ungkap Penyebab Antrean BBM di Kalbar, Panic Buying Gegara Hal Ini